Program Studi Psikologi

Dibuat pada Minggu, 12 Mei 2013 Ditulis oleh Super User

 

Dampak globalisasi telah menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam berbagai sektor kehidupan tidak saja pada aspek pribadi yang antara lain adaptasi, perubahan kebutuhan, orientasi karir, pola konsumsi maupun pola adaptasi, tetapi juga perubahan dalam lingkungan keluarga, masyarakat, industri, organisasi, dan bahkan komunitas yang lebih luas lagi yaitu bangsa dan negara.  Ronald Higgins dalam The Seventh Enemy (1978) menggambarkan bahwa perubahan yang sangat cepat akan menyebabkan umat manusia mengalami beberapa krisis dalam kehidupannya, diantaranya adalah krisis lingkungan, krisis energi, krisis pangan dan krisis moral.  Krisis moral adalah musuh terjahat bagi umat manusia, karena itu manusia memerlukan kesadaran baru, visi baru yang segar, kebangkitan moral dan spiritualitas; jika tidak umat manusia hanya beralih dari satu krisis ke krisis berikutnya dan bahkan tidak tertutup kemungkinan menuju kehancuran  total.
Program Studi Psikologi di Indonesia telah berusia sekitar 50 tahun. Bidang Psikologi pada awalnya dikacaubalaukan dengan psikiatri dan ilmu yang dianggap sama dengan kegiatan paranormal. Dalam perkembangannya sekarang bidang psikologi telah menghasilkan psikolog profesional yang telah mendapat tempat dan peran yang jelas dalam masyarakat, dan profesi psikolog juga merupakan profesi yang dapat menciptakan lapangan kerjanya sendiri.


Dalam bidang sosial, kebutuhan masyarakat akan layanan jasa psikologi berkembang sangat pesat di Indonesia. Tidak saja di ruang-ruang praktek psikologi, tetapi juga di berbagai media lain seperti media massa, ceramah, seminar, talk show, dan lain sebagainya.  Masyarakat sudah bisa membedakan antara stres, frustasi, insomnia, selingkuh sampai disfungsi ereksi yang memerlukan bantuan medis.  Bahkan tidak hanya itu, masyarakat juga bisa fasih berbicara tentang tingkat kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).  Jasa Psikologi juga amat dibutuhkan untuk ikut memecahkan berbagai persoalan mulai dari masalah lalulintas, transmigrasi, rumah susun, kebersihan lingkungan sampai masalah politik, militer, konflik dan bidang rekonsiliasi dan penanganan trauma pasca konflik.


Dalam bidang industri dan organisasi, kebutuhan akan jasa psikologi tidak saja dalam proses rekruitmen calon pegawai di perusahaan maupun organisasi non perusahaan, akan tetapi juga dalam penempatan, pembinaan karir, pengembangan kualitas sampai pada manajemen, pemasaran dan bahkan peningkatan profesionalisme maupun produktivitas perusahaan.  Semakin tinggi perkembangan industri dalam skala kecil, menengah maupun besar, menuntut tersedianya tenaga bidang psikologi yang semakin besar pula, baik di bidang HRD, ergonomi dan lain-lain.
Dalam bidang klinis terjadi perkembangan yang amat cepat untuk membantu mewujudkan manusia yang sehat jasmani dan rohani, berkepribadian, mandiri dan produktif, serta mampu menyesuaikan diri terhadap tuntutan perkembangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks. Dalam skala global dampak perubahan yang demikian cepat terhadap dunia psikologi tidak hanya terjadinya perubahan tolok ukur dari sisi normalitas atau abnormalitas, namun juga pada aspek pemaknaan hidup, semakin tingginya tuntutan masyarakat atas pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi (higher order needs), dan berkembangnya teori-teori psikologi yang lebih berakar pada sistem budaya setempat.


Dalam bidang penelitian, jasa psikologi menjadi sangat diperlukan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas SDM melalui jalur pendidikan, mulai dari pendidikan jenjang prasekolah sampai perguruan tinggi.  Beberapa sekolah swasta yang relatif telah maju termasuk perguruan tinggi ternyata sekurang-kurangnya memiliki seorang tenaga psikologi pendidikan.  Jika sadar akan kebutuhan tenaga psikolog dibidang ini merambah  tidak saja di sekolah-sekolah swasta, maka kedepan kebutuhan akan sarjana psikologi pada berbagai satuan pendidikan akan semakin tinggi dan terbuka.  Tidak hanya dalam bidang pendidikan, dalam bidang industri kebutuhan penelitian bidang psikologi untuk pengembangan organisasi juga telah merupakan satu area tersendiri yang sering dikenal sebagai bidang Pengembangan Organisasi (Organizational Developent/OD).  Demikian juga, kebutuhan atas penelitian psikologi dalam berbagai bidang yang lain telah semakin diperlukan termasuk bidang olahraga dan kesenian.

B.    VISI, MISI, TUJUAN PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
1.    Visi Program Studi Psikologi :

 Mewujudkan Program Studi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan Psikologi     untuk menghasilkan lulusan yang berkepribadian, cerdas, mandiri, dan berbudaya yang berwawasan kewirausahaan sehingga mampu bersaing di tingkat regional, nasional dan internasional.
2.    Misi Program Studi Psikologi FKIK UNJA :
a.    Menyelenggarakan pendidikan, pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk menghasilkan lulusan di bidang Psikologi yang berkepribadian, cerdas, mandiri dan berbudaya serta berwawasan kewirausahaan.
b.    Melaksanakan penelitian dan pengembangan yang mendukung pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran serta mampu menghasilkan berbagai inovasi dalam bidang psikologi.
c.    Menyelenggarakan kegiatan pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang psikologi.
d.    Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang menunjang pengembangan bidang psikologi.
3.    Tujuan Program Studi Psikologi :
a.    Menghasilkan lulusan psikologi yang berkepribadian, cerdas, mandiri dan berbudaya yang berwawasan kewirausahaan untuk memenuhi kebutuhan tenaga bidang keahlian psikologi.
b.    Menghasilkan pemikiran, hasil kajian dan penelitian bidang psikologi yang berkualitas untuk pengembangan ilmu dan pendidikan bidang keahlian psikologi.
c.    Memberikan pelayanan jasa psikologi kepada masyarakat dalam rangka pemberdayaan pemandirian dan penyehatan masyarakat.

 

C.    KOMPETENSI LULUSAN PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
 

1.    Kompentensi Utama:
a.    Mampu menjalankan dan berperan sebagai tenaga profesional dalam layanan jasa psikologi, yaitu melakukan terapi psikologi, layanan konseling, administrasi sumber daya manusia (staf dan penyelia), mengembangkan sumber daya manusia, konsultasi psikologi pada lembaga hukum dan peradilan, kepolisian, pendidikan, industri dan olahraga.
b.    Mampu menjalankan dan melaksanakan peran  sebagai tenaga profesional, perekayasa dan penanggungjawab dalam aplikasi serta penggunaan psikologi, diantaranya mengembangkan tes psikologi (menyusun atau merekayasa), melakukan tes, diagnosis, evaluasi dan monitoring kemajuan terapi psikologi.
2.    Kompetensi Pendukung
a.    Mampu menjalankan dan berperan sebagai tenaga profesional dalam layanan konsultasi psikologi, yaitu melakukan organisasi, pengelolaan lembaga, biro, dan atau pusat-pusat layanan konsultasi psikologis.
b.    Mampu menjalankan dan berperan sebagai tenaga profesional dalam bidang perencanaan dan pengembangan SDM pada instansi pemerintah dan swasta, yaitu melakukan rekrutmen pegawai, meningkatkan motivasi untuk peningkatan kinerja, dan melakukan konseling penyelesaian sengketa dan konflik pegawai.
c.    Mampu menjalankan dan berperan  sebagai tenaga profesianal di bidang pendidikan dan pelatihan SDM, yaitu melakukan pelatihan pengembangan SDM, tumbuh kembang anak, dan mengajar di lembaga pendidikan mulai dari play group sampai perguruan tinggi.
3.    Kompetensi Lain:
a.    Mampu menjalankan dan berperan sebagai tenaga profesional dalam mengembangkan keilmuan di bidang psikologi, yaitu menjadi peneliti/ asisten peneliti, dosen/ asisten dosen, dan laboran psikologi.
b.    Mampu menjalankan dan berperan sebagai pendukung bidang profesi lain, yaitu PR (Public Relation), wira usaha, kesehatan dan hukum (peradilan, pengacara, notariat).

D.    KURIKULUM
1.    Program Studi, Gelar, dan Bidang Ilmu yang Dikembangkan.
Program Studi Psikologi FKIK UNJA adalah Program Sarjana (S1) Psikologi dengan gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.).  Bidang ilmu yang dikembangkan meliputi : Psikologi Klinis, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial dan Komunitas, Psikologi Perkembangan, Psikologi Pendidikan, Psikologi Umum, dan Psikologi Eksperimen.  Untuk mendapatkan gelar profesi psikolog, lulusan S1 psikologi masih  harus mengikuti kuliah lanjutan Program Profesi, yang diatur tersendiri di luar kurikulum yang telah ditetapkan untuk S1 Psikologi.
2.    Beban Studi.
Untuk dapat menyelesaikan pendidikan program sarjana psikologi (S.Psi.) sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, setiap mahasiswa akan menempuh beban studi sekurang-kurangnya 148 SKS dengan waktu tempuh 4 tahun (8 semester) dengan rincian sebagai berikut :
Mata Kuliah Kurikulum Nasional          =                 77 SKS
Mata Kuliah Wajib Intitusional              =                  59 SKS
Mata Kuliah Pilihan Bebas                  =  Minimal   12 SKS
                                                                                      ————-
                                               Jumlah         =               148 SKS
3.    Kurikulum yang digunakan
Kurikulum yang digunakan dalam penyelenggaraan program studi psikologi di FKIK UNJA mengacu pada Kurikulum Kolokium 2002 yang disepakati oleh penyelenggara Fakultas Psikologi  secara nasional.  Untuk mendukung pencapaian tujuan institusional Program Studi Psikologi, maka kurikulum yang digunakan disusun sesuai dengan struktur kurikulum sebgai berikut :
a.    Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK): dengan penguasaan proses sekitar 4%-6% dari keseluruhan kurikulum.
b.    Mata kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK): dengan penguasaan proses sekitar 50%-60% dari keseluruhan kurikulum.
c.    Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB): dengan penguasaan proses sekitar 30%-40% dari keseluruhan kurikulum.
d.    Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB): dengan penguasaan proses sekitar 6%-8% dari keseluruan kurikulum.
e.    Mata kuliah Berkehidupan Bersama (MBB): dengan penguasaan proses 10%-15% dari keseluruhan kurikulum.

(c)2013.
By: Joomla Free Templates