f t g m
Copyright © 2017 Home - Create A Joomla Site - Custom text here

Kurikulum Penidikan S.Ked

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI – 2012

Program Studi Pendidikan Dokter UNJA menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi sejak tahun 2007, yang selanjutnya disebut KBK-2007. Setelah empat tahun berjalannya KBK-2007, PSPD UNJA melakukan evaluasi kurikulum yang menghasilkan masukan perlunya pengembangan kurikulum yang selanjutnya disebut sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) - 2012.  Oleh karena itu, mulai dari tahun 2011 dilakukan langkah pengembangan kurikulum menjadi KBK-2012. 

KBK-2012 diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan kedokteran secara nasional dan global dengan mempertimbangkan kebutuhan lokal daerah. KBK-2012 diharapkan dapat menjadi salah satu sarana dalam mencapai visi-misi universitas dan program studi pendidikan dokter. Visi-misi UNJA terdiri atas visi jangka panjang dan jangka pendek. Visi jangka panjang UNJA yaitu pada tahun 2025 UNJA akan menjadi perguruan tinggi bermutu dengan berbagai pusat unggulan, sehingga mampu berkompetisi secara nasional dan internasional. Visi Jangka pendek yaitu pada tahun 2015 UNJA menjadi good governed university yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional. Untuk mencapai visi tersebut, dirumuskan misi sebagai berikut: menghasilkan sumberdaya manusia yang handal dan mampu berkompetisi secara global; mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; dan mengembangkan dan menyediakan jasa layanan profesi kepada masyarakat. Sejalan dengan visi UNJA, PSPD menetapkan visi yaitu Pada tahun 2025 menghasilkan lulusan dokter yang berkualitas, kompetitif, mandiri serta bertanggung jawab. Sedangkan misi PSPD UNJA adalah: menyelenggarakan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada pendidikan kedokteran nasional dan global sesuai dengan perkembangan Iptekdok; melaksanakan pengembangan penelitian, penyerapan dan penerapan Iptekdok dalam menUnjang pembangunan Daerah dan Nasional; menghimpun, mendayagunakan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat; serta menghasilkan sumber daya manusia dalam bidang kedokteran yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang secara mandiri atau bersama-sama dapat mengembangkan dan menerapkan Iptekdok sesuai tuntutan pelayanan kesehatan dalam masyarakat dan pembangunan Daerah dan Nasional.

Oleh karena itu, perumusan KBK-2012 berlandaskan pada pencapaian ketiga ranah kompetensi, yaitu ranah kognisi, keterampilan, dan sikap. Adapun tujuan KBK-2012 yaitu menghasilkan lulusan dokter yang menguasai tujuh area kompetensi dokter Indonesia dan mampu berperan sebagai five star doctor (comunicator, health provider, community leader, decision maker, manager) dalam persaingan global, serta mampu berperan sesuai dengan kebutuhan lokal daerah Jambi atau yang identik, yaitu dokter yang mampu berprofesi sebagai dokter perusahaan dan dokter yang mampu memberikan pelayanan primer pada daerah terpencil dengan keterbatasan sumber daya. Tujuan ini dirumuskan untuk dapat dicapai secara bertahap, dengan dimulai dari tiga setengah tahun pendidikan tahap Sarjana Kedokteran. Adapun tahapan pencapaian learning outcome seiring peningkatan tahun pembelajaran mahasiswa adalah sebagai berikut:

 

 

  • Learning Outcome Tahun Pertama

 Mahasiswa mampu:

  1. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati baik terhadap civitas akademika dan pasien simulasi
  2. Melakukan dasar-dasar prosedural klinis  (dasar-dasar komunikasi, dasar-dasar pemeriksaan fisik, dasar-dasar tindakan procedural) pada orang sehat
  3. Mampu  menjelaskan mekanisme normal kerja tubuh (baik tingkat sel, jaringan, organ, sistem organ) berdasarkan ilmu kedokteran dasar yang mutakhir, penyebab terjadinya gangguan mekanisme normal dan respon  tubuh terhadap gangguan tersebut
  4. Mampu memahami tugas dan wewenang dokter dalam pengelolaan masalah kesehatan, serta mampu menjalin kerjasama dalam suatu tim
  5. Mampu mengakses, mengelola informasi yang diperlukan dalam proses pembelajaran
  6. Menerapkan refleksi untuk menyadari keterbatasan diri dan kebutuhan pengetahuan selanjutnya mampu memakai metode pengembangan diri menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat
  7. Berperilaku profesional sebagai mahasiswa kedokteran dengan menerapkan prinsip moral dan etika serta mematuhi peraturan akademik

 

  • Learning Outcome Tahun Kedua

Mahasiswa mampu:

  1. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati sehingga terjalin kerjasama untuk mengatasi permasalahan pasien/kesehatan, baik terhadap pasien simulasi, anggota keluarga pasien simulasi, dan civitas akademika.
  2. Mampu menjelaskan mekanisme gangguan fungsi normal tubuh (patofisiologi), perjalanan gangguan fungsi normal (patogenesis), dan variable yang mempengaruhinya pada suatu kelainan sistem organ
  3. Mampu  melakukan prosedur klinis (anamnesis, pemeriksaan fisik, tindakan procedural) sesuai masalah dan kebutuhan pasien simulasi
  4. Mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam perencanaan mengatasi permasalahan suatu sistem organ pada pasien simulasi/skenario
  5. Mengakses, mengelola, menilai secara kritis keshahihan dan kemampuan-terapan informasi dalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah
  6. Mampu melakukan refleksi untuk senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan iptekdok mutakhir
  7. Berperilaku profesional sebagai mahasiswa kedokteran dengan menerapkan prinsip moral dan etika serta mematuhi peraturan akademik
  8. Memahami pentingnya keselamatan pasien, kebijakan kesehatan dan isu-isu etik maupun aspek medikolegal

 

  • Learning Outcome Tahun Ketiga

Mahasiswa mampu:

  1. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati sehingga terjalin kerja sama untuk mengatasi permasalahan pasien/kesehatan, baik terhadap pasien simulasi, anggota keluarga pasien simulasi, dan civitas akademika.
  2. Mampu menjelaskan mekanisme gangguan fungsi normal tubuh (patofisiologi), perjalanan gangguan fungsi normal (pathogenesis), dan variable yang mempengaruhinya pada suatu kelainan multisistem organ
  3. Mampu melakukan prosedur klinis (anamnesis, pemeriksaan fisik, tindakan procedural) secara komprehensif sesuai masalah dan kebutuhan pasien simulasi dengan mempertimbangkan latar belakang biopsikosocial dan budaya pasien simulasi
  4. Mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam perencanaan mengatasi permasalahan kesehatan pasien secara simulatif (dalam skenario)
  5. Mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan masalah multi sistem organ pada  individu,  keluarga,  ataupun masyarakat  secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  6. Mengakses, mengelola, menilai secara kritis keshahihan dan kemampuan-terapan informasi dalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah
  7. Mampu membuat perencanaan pengembangan ilmu (penelitian)
  8. Mampu melakukan refleksi untuk senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan iptekdok mutakhir
  9. Berperilaku profesional sebagai mahasiswa kedokteran dengan menerapkan prinsip moral dan etika serta mematuhi peraturan akademik
  10. Memahami pentingnya keselamatan pasien, kebijakan kesehatan dan isu-isu etik maupun aspek medikolegal

 

  • Learning Outcome Tahun Keempat

Mahasiswa mampu:

  1. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati sehingga terjalin kerja sama untuk mengatasi permasalahan kesehatan kerja dan kegawatdaruratan baik terhadap pasien simulasi, anggota keluarga pasien simulasi, dan civitas akademika dalam simulasi kerja sama multiprofesional
  2. Memilih prioritas melakukan tindakan untuk mempertahankan kehidupan
  3. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati sehingga terjalin kerja sama untuk merencanakan pengelolaan masalah kesehatan kelompok masyarakat.
  4. Mampu melakukan prosedur klinis kegawatdaruratan (anamnesis, pemeriksaan fisik, tindakan procedural) secara komprehensif sesuai masalah dan kebutuhan pasien simulasi dengan mempertimbangkan latar belakang biopsikosocial dan budaya pasien simulasi
  5. Mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam perencanaan mengatasi permasalahan kesehatan kelompok masyarakat
  6. Mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan masalah kesehatan pada  individu,  keluarga,  ataupun masyarakat  secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  7. Mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan masalah kesehatan pada  individu,  keluarga,  ataupun masyarakat dalam kondisi keterbatasan sumber daya
  8. Mengakses, mengelola, menilai secara kritis keshahihan dan kemampuan-terapan informasi dalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah
  9. Mampu melakukan penelitian dan mengkomunikasikan hasil penelitian dengan menerapkan etika penelitian
  10. Mampu melakukan refleksi untuk senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan iptekdok mutakhir
  11. Berperilaku profesional sebagai mahasiswa kedokteran dengan menerapkan prinsip moral dan etika serta mematuhi peraturan akademik
  12. Memahami pentingnya keselamatan pasien, kebijakan kesehatan dan isu-isu etik maupun aspek medikolegal

Strategi Pembelajaran KBK-2012 Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jambi

Penerapan kurikulum berbasis kompetensi dalam dunia pendidikan kedokteran di Indonesia oleh berbagai program studi pendidikan dokter dimulai sejak berlakunya Standar Pendidikan Profesi Dokter yang disusun oleh asosiasi institusi pendidikan kedokteran berkoordinasi dengan organisasi profesi, kolegium kedokteran, asosiasi rumah sakit pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional, dan Departemen Kesehatan yang selanjutnya disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. Di dalam Standar Pendidikan Profesi Dokter ini dinyatakan bahwa kurikulum yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan dokter adalah model kurikulum berbasis kompetensi yang dilakukan dengan pendekatan terintegrasi baik horizontal maupun vertikal, serta berorientasi pada masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat dalam konteks pelayanan kesehatan primer. Standar Pendidikan Profesi Dokter ini juga menentukan agar kurikulum dilaksanakan dengan pendekatan/strategi SPICES, yaitu Student-centred, Problem-based, Integrated, Community-based, Elective/Early clinical exposure, Systematic (Konsil Kedokteran Indonesia, 2006). Oleh karena itu, KBK-2012 ini pun disusun berpedoman pada Standar Pendidikan Profesi Dokter tersebut.

  • Student-centred learning

Dengan menggunakan pendekatan student-centred learning, berarti kurikulum diarahkan pada pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Konten/materi belajar, proses dan metode pembelajaran, serta strategi pembelajaran diarahkan untuk memenuhi kebutuhan individual mahasiswa. Mahasiswa diberikan tanggung jawab dalam pembelajarannya. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk menentukan lama belajar mandiri, sumber belajar yang ingin digunakan, dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dari proses belajar mandirinya dengan berpedoman pada tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan oleh Fakultas (Harden, 2009). Pendekatan problem-based learning dicirikan oleh pembelajaran dengan penggunaan skenario yang disusun secara seksama -dengan integrasi berbagai disiplin ilmu berdasarkan suatu tema pembelajaran tertentu- untuk menginisiasi dan memstimulasi pembelajaran mahasiswa melalui diskusi dalam suatu kelompok kecil, dengan fasilitasi oleh seorang tutor. Metode pembelajaran yang menjadi karakteristik PBL ini dinamakan sebagai tutorial (de Grave et al., 2003; Taylor et al., 2008). PSPD UNJA telah menerapkan metode pembelajaran tutorial sejak KBK-2007. Namun dalam KBK-2012, tutorial semakin dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki PSPD UNJA. Beberapa modifikasi pada pelaksanaan tujuh langkah tutorial juga dirasa perlu dilakukan pada KBK-2012 ini. 

  • Integrated

Dengan menerapkan prinsip integrasi dalam penyelenggaraan kurikulum, pembelajaran yang dahulunya disampaikan terpisah oleh masing-masing disiplin ilmu kini berubah menjadi terintegrasi dalam suatu tema tertentu. Ada dua pendekatan integrasi yang perlu diperhatikan, yaitu integrasi horizontal antara berbagai disiplin ilmu dalam tahapan pembelajaran yang disusun berdasarkan tema blok tertentu (misalkan sistem organ, siklus hidup manusia) dan integrasi vertikal yang merumuskan sekuen materi belajar berdasarkan tahapan/fase/tahun pembelajaran (Prideaux, 2009).

KBK-2012  diselenggarakan selama lima setengah tahun dengan sekuen tiga fase pembelajaran, yaitu Fase 1 Landasan Ilmu Kedokteran, Fase 2  Aplikasi Ilmu Kedokteran, Fase 3 Rotasi Klinik (Gambar 1 Peta KBK-2012). Fase 1 dan Fase 2 diselenggarakan selama masa pendidikan tahap Sarjana Kedokteran, sedangkan Fase 3 diselenggarakan pada masa pendidikan Profesi Dokter. Kurikulum pendidikan tahap Sarjana Kedokteran dirumuskan dengan pengorganisasian materi dalam 21 tema blok, namun ada sebagian materi yang dilaksanakan dalam sistem konvensional dengan sks maksimum 3 sks. Kurikulum sarjana kedokteran memiliki total 156 sks. Materi pembelajaran dimulai dari pembekalan keterampilan belajar dan materi ilmu kedokteran dasar di tahun 1, yang akan menjadi dasar bagi pembelajaran di tahun-tahun berikutnya. Secara bertahap ilmu kedokteran klinis diajarkan dengan dimulai dari penekanan pada mekanisme kelainan sistem organ di tahun kedua, dilanjutkan hingga tata laksana komprehensif gangguan kesehatan di tahun ketiga hingga pemahaman kedokteran komunitas dan aplikasi penelitian di tahun keempat (Gambar 2. Integrasi Vertikal dalam KBK-2012).  Pada tahun pertama dan kedua, pembelajaran materi kuliah dasar umum yang merupakan materi wajib pembelajaran di pendidikan tinggi, yaitu agama, bahasa Indonesia, Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Ilmu Sosial Budaya Dasar masing-masng dilaksanakan melalui perkuliahan yang berlangsung satu semester dengan bobot 3 sks.

  • Community-based learning

Community-based learning mensyaratkan kurikulum yang didasarkan pada indentifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat lokal dan mempersiapkan lulusan dokter untuk bekerja di komunitas tersebut. Setting pembelajaran klinik yang dahulu hanya terpusat di Rumah Sakit Pendidikan, kini dikembangkan pada setting pembelajaran di tengah masyarakat (Worley & Couper, 2009). Sehingga di dalam KBK-2012, sejak tahap pendidikan Sarjana Kedokteran, setting pembelajaran pun telah diarahkan  di tengah masyarakat, yaitu diantara dapat meliputi klinik/praktek dokter, pusat kesehatan masyarakat di kota/desa, tempat tinggal pasien, sekolah, pabrik, perkebunan, acara sosial kemasyarakatan dan sebagainya.

  • Early clinical exposure

Penerapan pendekatan early clinical exposure dimana sejak awal pendidikan mahasiswa telah dipaparkan pada simulasi konteks klinik dimana pengetahuan tersebut akan diperlukan. Dalam penerapannya, fasilitas laboratorium keterampilan klinik berikut program pengembangan staf dan pasien simulasi perlu menjadi perhatian institusi penyelenggaran pendidikan kedokteran (Ker, 2009). Oleh karena itu, KBK-2012 juga disusun dengan merumuskan tahapan pembelajaran keterampilan klinik di laboratorium (skills lab). Materi keterampilan klinik telah dirumuskan sedemikian rupa dengan dimulai dari pembelajaran keterampilan klinik sederhana yang kompleksitasnya semakin meningkat seiring dengan penguasaan materi pada tahun-tahun yang berjalan berikutnya. Aktifitas pembelajaran skills lab disusun terdiri dari sesi tatap muka dengan instruktur di laboratorium keterampilan klinik, sesi mandiri, sesi panel disertai constructive feedback, dan sesi lapangan Tenaga dosen dan pasien simulasi pun dilatih dan dipersiapkan untuk dapat menjadi instruktur pada proses pembelajaran ini.

  • Systematic

Keseluruhan kurikulum perlu direncanakan secara sistematik sehingga kompetensi lulusan yang diharapkan dapat tercapai. Untuk itu, inovasi kurikulum baru ini membutuhkan peran suatu unit/departemen pendidikan kedokteran dalam perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pengembangan kurikulum secara berkesinambungan (Davis et al., 2005). Perumusan KBK-2012 dilaksanakan oleh Unit Pendidikan Kedokteran (UPK) PSPD UNJA dengan bimbingan teknis ahli pendidikan kedokteran FK UGM melalui proyek PHK-PKPD yang berlangsung selama 3 tahun (tahun 2011-2013). Pembekalan kompetensi dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi kurikulum melalui kegiatan PHK-PKPD ini semakin meningkatkan peran UPK PSPD UNJA untuk senantiasa melakukan inovasi dan pengembangan kurikulum sejalan dengan perkembangan ilmu pendidikan kedokteran di tanah air dan di dunia internasional.

 

           
     
   
     
 


 

Metode Pembelajaran

Keseluruhan tujuan pembelajaran KBK-2012 dicapai melalui penerapan berbagai metode pembelajaran, yaitu berupa kuliah tatap muka, tutorial, skills lab, praktikum laboratorium dasar, belajar mandiri (diskusi kelompok, belajar individu), assignment (penugasan), serta praktek belajar lapangan. Di dalam KBK-2012, kegiatan pembelajaran terjadwal dalam satu minggu total berjumlah 19-26 jam pembelajaran dari keseluruhan 40 jam waktu pembelajaran mahasiswa di kampus. Kelebihan waktu 14-21 jam pembelajaran diharapkan dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan belajar mandiri. Oleh karena itu, pembelajaran terjadwal diusahakan sedemikian rupa agar mampu mengarahkan dan men’trigger’ mahasiswa untuk melaksanakan pembelajaran mandiri, yaitu diantaranya dengan mengarahkan mahasiswa dari keadaan inconcious incompetent menjadi conscious incompetent

Kuliah tatap muka merupakan metode pembelajaran dalam suatu ruang kuliah besar yang dihadiri 80-100 mahasiswa dengan penyampaian materi oleh dosen pengampu. Meskipun serupa dengan metode pembelajaran tradisional, pada kuliah tatap muka ini dosen tidak sekedar menyampaikan materi satu arah, namun pembelajaran diusahakan berlangsung interaktif (dua arah) dengan pemusatan pembelajaran pada mahasiswa (student centred learning). Penyampaian materi pada kuliah tatap muka ini terjadwal selama 50-100 menit.

Tutorial merupakan metode pembelajaran dimana mahasiswa berdiskusi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 10-12 mahasiswa dengan menggunakan scenario klinik yang berfungsi untuk men’trigger’ pembelajaran. Tutorial dilaksanakan dengan berpedoman pada tujuh langkah tutorial Schmidt. Pada prosesnya, seorang tutor ditugaskan untuk memfasilitasi proses diskusi mahasiswa.

Praktikum laboratorium dasar dilaksanakan untuk menunjang pembelajaran kedokteran dasar, berupa pembelajaran anatomi, histologi, fisiologi, mikrobiologi, parasitologi, farmakologi, patologi anatomi, dan patologi klinik. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelompok di ruang laboratorium dengan bimbingan dosen dan asisten mahasiswa.

Praktikum keterampilan klinik merupakan suatu metode pembelajaran baru dalam dunia pendidikan kedokteran. Dewasa ini, dengan meningkatnya demand masyarakat akan pelayanan profesional, mahasiswa perlu dibekali dengan penguasaan keterampilan klinik dan pematangan emosi sebelum masuk ke tahap pendidikan profesi dan berinteraksi langsung dengan pasien. Selain itu, meningkatnya jumlah mahasiswa kedokteran umum berakibat pada berkurangnya rasio mahasiswa dan pertemuan kasus klinik sehingga kesempatan berlatih keterampilan klinik menjadi berkurang. Sehingga jika keterampilan klinik hanya dilatihkan pada pembelajaran tahap profesi, dikhawatirkan penguasaan kompetensi keterampilan klinik tidak akan maksimal. Untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum masuk pada pembelajaran di setting klinik (di RS dan di setting masyarakat yang lebih luas) dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berlatih keterampilan klinik, maka sejak tahap pembelajaran sarjana kedokteran diselenggarakan pembelajaran di laboratorium keterampilan klinik (skills lab).

Untuk memberikan kesempatan mahasiswa sedini mungkin terpapar pada pembelajaran di setting klinik maka pembelajaran juga dilaksanakan menggunakan metode praktek belajar lapangan. Setting klinik yang digunakan dalam pembelajaran, diantaranya adalah Puskesmas, organisasi kelompok masyarakat, praktek/klinik dokter, dan rumah sakit.    

 

 

  1. Asesmen

Pencapaian kompetensi, baik pada ranah kognitif, psikomotor, dan afektif dievaluasi secara formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilaksanakan pada keseharian interaksi antara mahasiswa dengan komponen akademik lainnya (sesama mahasiswa, dosen, supporting staff, pasien, masyarakat) yang terlibat dalam pembelajaran. Metode evaluasi formatif yang digunakan diantaranya adala melalui quist/pretest, responsi setelah praktikum, pengamatan selama proses pembelajaran, dan ujian praktikum. Interaksi antar mahasiswa dan ketercapaian tujuan pembelajaran dalam proses tutorial dievaluasi berpedoman pada checklist yang mengukur penerapan empat prinsip PBL, yaitu constructive learning, self directed learning, collaborative learning, dan contextual learning. Evaluasi pada setiap sesi tutorial senantiasa disertai dengan pemberian feedback sehingga mahasiswa dapat memahami hal positif yang telah dilakukan; serta kekurangan apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Selain dalam proses tutorial, evaluasi formatif juga dilaksanakan pada setiap sesi pembelajaran keterampilan klinik dengan pemberian feedback di setiap akhir sesi keterampilan serta melalui penyelenggaraan sesi panel dan refleksi kritis yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan sesi mandiri oleh mahasiswa. Feedback dapat diberikan oleh instruktur, oleh mahasiswa (peer feedback), bahkan oleh pasien simulasi yang terlibat. Dalam interaksi mahasiswa bersama masyarakat pada pelaksanaan praktek belajar lapangan, masyarakat pun diberi kesempatan untuk memberikan feedback atas performa mahasiswa. Penilaian afektif bersifat longitudinal yang diperoleh dari berbagai kegiatan pembelajaran melalui pengamatan dan pelaksanaan menjalankan aturan akademik. Seluruh penilaian formatif ini dimungkinkan memberikan kontribusi pada nilai akhir blok maksimum sebesar 20%.

Evaluasi sumatif diselenggarakan pada setiap akhir blok berupa ujian tulis MCQ. Ujian tulis MCQ diselenggarakan dalam waktu 2-3 jam dengan jumlah soal 100-180 butir soal. Sumber soal berdasarkan atas semua learning objective blok yang dirumuskan dalam blueprint assessment blok. Ujian sumatif blok berupa ujian tulis MCQ pada setiap akhir blok, memberikan kontribusi nilai akhir blok maksimum 80%. Sedangkan evaluasi sumatif untuk menilai pencapaian keterampilan klinik diselenggarakan setiap akhir tahun pembelajaran dengan metode OSCE (Objective Structured Clinical Examination) yang berorientasi nasional. OSCE terdiri dari 8-12 station yang menguji kompetensi keterampilan klinik yang dilatihkan di masing-masing tahun pembelajaran.  Evaluasi sumatif untuk beberapa materi pembelajaran konvensional seperti Mata Kuliah Dasar Umum (Agama, Bahasa Indonesia, Pancasila dan Kewarganegaraan, Ilmu Sosial Budaya Dasar), Metodologi Penelitian, dan Skripsi diserahkan kepada pengampu yang bersangkutan dan diharapkan waktu yang dibutuhkan sejumlah 30 menit ujian untuk setiap sks.

Perbaikan nilai berlaku untuk perbaikan asesmen sumatif (MCQ BLOK dan OSCE).Ujian perbaikan nilai MCQ masing-masing blok diselenggarakan pada tiap akhir blok dan akhir tahun pembelajaran. Ujian perbaikan nilai OSCE diselenggarakan pada tiap akhir tahun pembelajaran dan akhir semester ganjil. Mahasiswa diberi kesempatan mengikuti Ujian perbaikan nilai MCQ BLOK sebanyak dua kali. Jika setelah mengikuti dua kali ujian perbaikan MCQ, mahasiswa masih belum dinyatakan lulus maka mahasiswa harus mengulang blok tersebut pada tahun ajaran berikutnya. Sedangkan untuk remedial OSCE, mahasiswa diberi kesempatan mengikuti Ujian perbaikan nilai OSCE di station tertentu tanpa batasan jumlah yang diselenggarakan pada akhir tahun dan akhir semester ganjil tahun ajaran berikutnya. Jika belum lulus seluruh station OSCE sebelumnya, mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti OSCE yang berikutnya.

  1. Mesokurikulum

Sebagai panduan dalam penyusunan pembelajaran blok (mikrokurikulum), maka dalam KBK-2012 telah disusun mesokurikulum sebagai berikut:

Mesokurikulum Blok 1.1 Pengantar Ilmu Kedokteran

Tujuan Umum Pembelajaran :

  1. Mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan metode pembelajaran di PSPD
  2. Mahasiswa mampu melakukan dasar-dasar komunikasi efektif
  3. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar struktur dan fungsi tubuh manusia
  4. Mahasiswa mampu menguasai keterampilan belajar yang diperlukan
  5. Mahasiswa berperilaku professional dengan menerapkan prinsip moral dan etika serta mematuhi peraturan akademik

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Pengenalan PSPD UNJA
  2. Tujuh area kompetensi dokter
  3. Problem-based Learning
  4. Keterampilan belajar (mencakup seven jump, constructive feedback, effective note-taking, pembelajaran sepanjang hayat, pemanfaatan IT, gaya belajar, presentation skills, critically analyzing information source, improving memory, critical thinking, reading comprehension, dan academic writing)

[refleksi à (mapping TA: 2.1)]

  1. Dasar-dasar komunikasi-I
  2. Keterampilan Klinik Dasar
  3. Dasar-dasar terminologi kedokteran
  4. Dasar-dasar Biosel, Biomolekular
  5. Pengantar Genetika
  6. Gambaran umum struktur dan fungsi organ manusia
  7. Jaringan Tubuh Dasar

 

Keterampilan Klinik:

  1. Dasar-dasar komunikasi-1
  2. Dasar-dasar tekhnik pemeriksaan fisik head to toe
  3. General Precaution

 

Bidang ilmu yang terlibat :

Pendidikan Kedokteran, Biologi medik,  Anatomi, Fisiologi, Histologi

 

Hubungan dengan Blok lain

Blok 1.1 à seluruh blok

 

 

 

 

Topic Tree Blok 1.1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


MesoKurikulum Blok 1.2  Sistem Lokomotor dan Jaringan Penyokong

Tujuan Umum Pembelajaran:

  1. Mampu mengidentifikasi struktur sistem lokomotor dan jaringan penyokong secara makroskopis dan mikroskopis
  2. Mampu menjelaskan struktur sistem lokomotor dan jaringan penyokong secara makroskopis dan mikroskopis
  3. Mampu menjelaskan mekanisme kerja normal sistem lokomosi (baik tingkat molekul, sel, jaringan, organ dan individu)
  4. Mampu menjelaskan dasar-dasar radiologi pada sistem lokomotor
  5. Mampu memberikan interpretasi atas gambaran radiologi normal dari sistem lokomotor
  6. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan pemeriksaan keadaan umum, pemeriksaan fungsi motorik dan fungsi sensorik pada orang normal
  7. Mahasiswa memahami prinsip-prinsip profesionalisme sebagai seorang mahasiswa kedokteran
  8. Mampu mengakses informasi elektronik (jurnal) yang diperlukan dalam proses pembelajaran

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Struktur makroskopis otot, tulang, sendi, saraf motorik (CNS+ saraf perifer), saraf sensorik (CNS+ saraf perifer),
  2. Embriologi otot, tulang dan syaraf dan pertumbuhan tulang
  3. Mekanisme gerak dan refleks
  4. Mekanisme sensibilitas dan dermatomal
  5. Struktur mikroskopis jaringan integument, jaringan ikat, jaringan otot, jaringan tulang, jaringan saraf (axon, dendrite, badan neuron dll)
  6. Radiologi: pengantar, jenis-jenis pemeriksaan radiologi, terminologi, kelayakan foto untuk dibaca, perbedaan densitas pada foto, plain photo tulang normal
  7. Aplikasi klinis dari sistem lokomotor (non patologis) sistem lokomosi dan jaringan penyokong manusia. (contoh: kelelahan otot, nyeri, kram dll)
  8. Professional Behavior
  9. Literature searching-1 (jurnal kedokteran: medline, medscape, proquest, BMJ, dll)
  10. Keterampilan Klinik: dasar komunikasi-II, pemeriksaan fungsi motorik dan pemeriksaan sensorik pada orang normal, menerangkan hasil foto rontgen

Keterampilan Klinik:

  1. Dasar Komunikasi-2
  2. Pemeriksaan Lokomosi
  3. Pemeriksaan Sensorik & Refleks
  4. Pemeriksaan keadaan Umum, Status Gizi serta Perawakan & Temperamen
  5. Menerangkan Hasil Foto Rontgen

Bidang Ilmu  yang Terlibat:

Anatomi, Fisiologi, Histologi, Biologi sel, Biokimia, Radiologi, Pendidikan Kedokteran

Hubungan dengan Blok Lain:

Blok 1.1; 1.3;  2.1; 2.2; 3.1, 3.2, 3.3, 4.1, 4.2, 4.3; 5.1, 5.2, 5.3; 6.1, 6.2, 6.3; 7.1; 7.2; serta blok 7.3

Rounded Rectangle: Professional BehaviorTopic Tree Blok 1.2

 

  

 

                 
   
     
 
   
 
 
 
 
    Rounded Rectangle: Literature searching-1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MesoKurikulum Blok 1.3 Sistem Sirkulasi dan Pernafasan

Tujuan Umum Pembelajaran:

  1. Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan struktur sistem sirkulasi dan pernafasan secara makroskopis dan mikroskopis
  2. Mampu menjelaskan mekanisme kerja normal sistem sirkulasi dan pernafasan (baik tingkat molekul, sel, jaringan, organ dan individu)
  3. Mampu menjelaskan dasar-dasar radiologi pada sistem sirkulasi dan pernafasan
  4. Mampu memberikan interpretasi atas gambaran radiologi normal dari sistem sirkulasi dan pernafasan
  5. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan pemeriksaan fisik jantung dan paru, serta saat melakukan pemeriksaan EKG pada orang sehat.
  6. Mampu memberikan interpretasi atas gambaran normal EKG
  7. Mahasiswa memahami konsep pembelajaran sepanjang hayat dan menguasai keterampilan belajar yang diperlukan

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Struktur makroskopis dan mikroskopis sistem sirkulasi dan pernafasan serta anatomi regio thoraks
  2. Mekanisme kerja jantung: curah jantung, kontraksi jantung, sistem konduksi jantung
  3. Mekanisme respirasi
  4. Peranan paru dalam keseimbangan asam basa
  5. Sistem hemopoiesis, pemeriksaan darah rutin dan nilai normalnya  
  6. Radiologi region thorax
  7. Pemeriksaan fisik Jantung dan Paru
  8. Pemeriksaan EKG
  9. Keterampilan belajar: self reflection, literature searching-2

 

Keterampilan Klinik:

  1. Pemeriksaan fisik : Vital sign I  
  2. Pemeriksaan Thoraks Dasar I – Paru
  3. Pemeriksaan Thoraks Dasar II – Jantung dan Paru
  4. Dasar-dasar Pemeriksaan Hidung dan Tenggorokan
  5. Pemeriksaan EKG I

 

Ilmu Kedokteran yang Terlibat: Fisiologi, Anatomi, Biologi sel, Radiologi. Biokimia, dan Histologi

 

Hubungan dengan Blok Lain:

Blok 3.1        – blok 1.3 menjadi dasar blok 3.1   

Blok 4.1        – blok 1.3 menjadi dasar blok 4.1

Seluruh Blok – keterampilan belajar (self reflection) yang dimiliki akan mendukung proses pembelajaran mahasiswa di keseluruhan blok yang lain

Rounded Rectangle: Self ReflectionTopic Tree Blok 1.3

 

       
 
 
    Rounded Rectangle: literature searching-2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mesokurikulum Blok 2.1 Sistem Digestivus dan Urinarius

 

Tujuan Umum Pembelajaran:

  1. Mampu menjelaskan struktur sistem digestivus dan urinarius secara makroskopis dan mikroskopis
  2. Mampu menjelaskan mekanisme kerja normal sistem digestivus dan urinarius (baik tingkat molekul, sel, jaringan, organ dan individu)
  3. Mampu menjelaskan pemeriksaan penunjang terkait sistem digestivus dan urinarius
  4. Mampu memberikan interpretasi atas gambaran radiologi normal dari sistem digestivus dan urinarius
  5. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan pemeriksaan fisik abdomen
  6. Mahasiswa mampu melakukan dan menginterpretasi hasil pemeriksaan  enzim, protein, karbohidrat dan lemak
  7. Mahasiswa mampu  melakukan refleksi dan manajemen stres

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Struktur makroskopis dan mikroskopis sistem digestivus dan urinarius serta anatomi regio abdomen
  2. Proses pencernaan; kerja organ asesorius system digestivus, enzim
  3. Metabolisme basal dan regulasi suhu
  4. Zat makanan: Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral
  5. Kompartemen cairan tubuh  
  6. Fungsi ginjal : pembentukan urin, keseimbangan asam-basa, pengaturan volume darah
  7. Radiologi system digestivus dan urinarius
  8. Pemeriksaan karbohidrat, protein, lemak, saliva
  9. Keterampilan Klinik: Pemeriksaan fisik abdomen dan ballottement ginjal,
  10. Pemasangan kateter urin
  11. Keterampilan belajar: Academic writing-1

 

Ilmu Kedokteran yang Terlibat: Fisiologi, Anatomi, Histologi, Biokimia, Gizi, Radiologi, Pendidikan Kedokteran

 

Hubungan dengan blok lain:

Blok 1.1 – menjadi dasar bagi blok 2.1

Blok 1.2 – blok 1.2 menjadi dasar blok 2.1

Blok 2.3, blok 3.2,blok 3.3 – blok 2.1 menjadi dasar Blok 2.3, blok 3.2,blok 3.3

Blok 5.3 –blok 2.1 menjadi dasar blok 5.3

 

 

 

 

 

Rounded Rectangle: Academic Writing-1Topic Tree Blok 2.1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MesoKurikulum Blok 2.2 Sistem Endokrin dan Reproduksi

 

Tujuan Umum Pembelajaran:

  1. Mampu menjelaskan struktur sistem endokrin dan reproduksi secara makroskopis dan mikroskopis
  2. Mampu menjelaskan mekanisme kerja normal sistem endokrin dan reproduksi (baik tingkat molekul, sel, jaringan, organ dan individu)
  3. Mampu menjelaskan pemeriksaan penunjang terkait sistem endokrin dan reproduksi
  4. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip bioetika, kode etik dan hukum kedokteran yang berlaku di Indonesia
  5. Mampu melakukan pemeriksaan fisik pada orang sehat: pemeriksaan fisik umum (kepala dan leher), pemeriksaan payudara (sadari), pemeriksaan ginekologi, pemeriksaan Leopold

Outline Konten Ilmu :

  1. Struktur makroskopis dan mikroskopis sistem endokrin dan reproduksi, serta struktur regio pelvis
  2. Embriologi: Tahap-tahap pembentukan jenis kelamin
  3. Konsep hormon, sistem feedback, mekanisme kerja hormon dan regulasi hormone
  4. Fungsi hipofisis, fungsi kelenjar tiroid, fungsi kelenjar paratiroid, fungsi kelenjar adrenal, fungsi endokrin dari pancreas
  5. Siklus menstruasi (perubahan pada ovarium: oogenesis dan folikel-folikel ovarium; perubahan pada uterus)
  6. Siklus reproduktif wanita (pre-pubertas, pubertas, produktif, menopause)
  7. Fisiologi kehamilan normal
  8. Andrologi dasar (spermatogenesis, fertilitas, pembuahan, fungsi seksual sehat)
  9. Siklus reproduksi pria (prepubertas, pubertas, andropause)
  10. Prinsip-prinsip bioetika, kode etik kedokteran yang berlaku di Indonesia
  11. Pengantar hukum kedokteran dan hukum Rumah Sakit
  12. Keterampilan klinik: Pemeriksaan payudara sehat, pemeriksaan ginekologi normal-2, prosedur aseptic dan instrumentasi, pemeriksaan mata, pemeriksaan status internus ibu hamil, pemeriksaan Leopold.

 

Ilmu Kedokteran yang Terlibat: Fisiologi, Anatomi, Obstetri dan Ginekologi, Andrologi (Biologi Medik), Genetika, Histologi, Etika Kedokteran, Hukum Kedokteran

Hubungan dengan Blok Lain :

Blok 2.1 – berkaitan dengan organ urogenitalia pria; pengantar pada fungsi eksokrin pankreas (dalam traktus GI) yang diperkenalkan di blok 2.1

Blok 3.3 – blok endokrinologi dan metabolik

Blok 6.2 –  blok reproduksi

Blok 7.2 – dasar-dasar konseling reproduksi (infertilitas, Pubertas dan kespro pada remaja, Penyakit menular seksual)

 

 

Topic Tree Blok 2.2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mesokurikulum Blok 2.3 Dasar-Dasar Patologi

 

Tujuan Umum Pembelajaran :

  1. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati baik terhadap civitas akademika dan pasien simulasi.
  2. Melakukan dasar-dasar prosedural klinis  (dasar-dasar tindakan procedural):  teknik sepsis, asepsis (universal precation)
  3. Mampu menjelaskan penyebab terjadinya gangguan mekanisme normal dan respon tubuh terhadap gangguan tersebut:
  • Konsep patologi terjadinya gangguan pada mekanisme normal tubuh (infeksi, degeneratif, neoplasma, imunologi, trauma)
  • Konsep dasar infeksi
  • Konsep dasar inflamasi
  • Konsep dasar kelainan genetika
  • Peran lingkungan terkait proses terjadinya penyakit, serta pencegahan dan tata laksana penyakit
  1. Mampu memahami tugas dan wewenang dokter dalam pengelolaan masalah kesehatan (evidence-based medicine, pembuatan resep) serta mampu menjalin kerjasama dengan profesi lain (apoteker)
  2. Mampu mengakses, mengelola, menilai secara kritis informasi yang diperlukan dalam proses pembelajaran
  3. Berperilaku profesional sebagai mahasiswa kedokteran dengan menerapkan prinsip moral dan etika serta mematuhi peraturan akademik

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Konsep dasar pathologi
    • Fisiologi dan histology sistem limfoid
    • Konsep dasar pathologi (infection, degenerative, neoplasma, immunology, trauma)
    • Pengantar patologi anatomi
  2. Konsep dasar Infeksi
    • Ecology
    • Pengantar microbiologi, keanekaragaman mikroba, peran mikroba terhadap kejadian sakit
    • Pengantar virologi
    • Pengantar mikologi
    • Pengantar parasitologi
  3. Konsep dasar immunologi
    •     Respon imun seluler dan humoral (respon adaptive)
    • Gejala dan tanda klinik reaksi inflamasi (respon non adaptive)
    • Kejadian hipersensitifitas
    • Respon tubuh terhadap kanker
  4. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat

 

  • Vektor penyakit
  • Zoonosis
  • Prinsip pencegahan
  • Eradikasi penyakit
  • Prinsip higienis dan sanitasi

 

  1. Dasar-dasar kelainan genetika : mutasi sel, pindah silang gen, etiologi, mekanisme penyakit herediter
  2. Prinsip-prinsip penegakan diagnose pada praktek kedokteran (arti penting anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang)
  3. Basic farmacology
    • Pengantar farmakologi : ruang lingkup farmakologi,tujuan cabang ilmu,istilah penting dalam farmakologi dan bidang obat,penggunaan obat rasional, dosis obat
    • farmakokinetik: pendahuluan, gerakan obat melalui membran sel, asborbsi,distribusi,metabolisme dan ekskresi
    • farmakokinetik kuantitatif : waktu paruh, konsentrasi steady state, first order kinetik,zero order kinetic
    • farmakodinamik (mekanisme kerja obat, antagonism, keterkaitan reseptor-efektor, hubungan kadar dan efek obat)
    • Obat non opioid analgetik- antipiretik-AINS
    • Obat antibiotika
  4. Basic Farmachy
  • Pengantar farmasi (macam formulasi obat, the prescription, rational drug therapy. zat pengisi-zat pembawa obat)
  • Macam-macam kategori obat : bebas, terbatas, obat keras, psikotropika, dll
  1. Pengertian dan prinsip evidence-based medicine, etika penelitian (indikasi & ESO), aspek hukum dalam medical human research
  2. Prinsip-prinsip bioetika dan patient safety dalam pelayanan kesehatan

 Praktikum :

  1. Mikrobiologi : morfologi kuman, media biakan, macam pengecatan
  2. Keterampilan Belajar : journal critical appraisal
  3. Farmasi : Menulis Resep

Keterampilan klinik :

  1. Dasar-dasar anamnesis
  2. Penutupan dan Pembalutan Luka
  3. Basic Life Support
  4. Penatalaksanaan Pasien Terintegrasi

 

Bidang ilmu yang terlibat :

 

Patologi Anatomi, Mikrobiologi, Parasitologi, Fisiologi, Famakologi, Farmasi, Radiologi, Etika Kedokteran, Hukum Kedokteran, Pendidikan Kedokteran

 

 

Hubungan dengan Blok lain : Blok 3.1 hingga Blok 7.3

 

 Topic Tree :

 

 
 

 


MesoKurikulum Blok 3.1 Sistem respirasi

Tujuan Umum Pembelajaran:

  1. Mampu menjelaskan mekanisme gangguan fungsi normal tubuh (patofisiologi) dan perjalanan gangguan fungsi normal (pathogenesis) dan variabel yang mempengaruhinya terkait penyakit-penyakit sistem respirasi
  2. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar, klinik, ilmu kesehatan masyarakat, dan prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam merumuskan diagnosis serta merencanakan penatalaksanaan terhadap  permasalahan pasien simulasi/skenario berkaitan dengan sistem respirasi
  3. Mampu  merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan penunjang pada berbagai kasus penyakit pada  sistem respirasi
  4. Mampu  melakukan pemeriksaan fisik paru pada kondisi fisiologis dan patologis secara lege artis pada pasien simulasi
  5. Mampu  melakukan injeksi sub kutan (test mantoux) dan  intrakutan (imunisasi BCG) pada manekin dengan mempraktekkan teknik sepsis-asepsis
  6. Mampu membuat catatan medik

 

Tujuan Khusus Pembelajaran:

  1. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar yang mutakhir sebagai dasar dalam menentukan diagnosis dan rencana  penatalaksanaan terhadap permasalahan pasien simulasi/skenario berkaitan dengan sistem respirasi
    1. Mampu memahami histologi,  anatomi dan fisiologi sistem respirasi sebagai dasar untuk memahami patogenesis dan patofisiologi berbagai kasus penyakit dalam sistem respirasi 
    2. Mampu menentukan diagnosis dan diagnosis banding berbagai kasus penyakit pada sistem respirasi berdasarkan gambaran riwayat penyakit, serta gejala dan tanda klinis pada pasien simulasi atau pasien dalam skenario
    3. Mampu menentukan rencana penatalaksanaan (aspek farmakologis dan non farmakologis) berdasarkan kesimpulan diagnosis sementara
  2. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan penunjang pada berbagai kasus penyakit pada sistem respirasi
    1. Mampu merencanakan pemeriksaan fungsi respirasi normal dalam rangka membantu penegakan diagnosis pada kondisi abnormal
    2. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan laboratorium yang dapat menunjang penegakan diagnosis
    3. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan radiologi sederhana yang dapat menunjang penegakan diagnosis
    4. Mampu merencanakan rujukan untuk melakukan pemeriksaan penunjang mutakhir yang tepat dan  dapat menunjang penegakan diagnosis
  3. Mampu melakukan pemeriksaan paru-paru pada kondisi fisiologis dan patologis secara lege artis pada pasien simulasi
    1. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan pemeriksaan paru-paru pada kondisi fisiologis dan patologis (memberi salam, meminta persetujuan, menciptakan situasi yang nyaman untuk pasien, menunjukkan sikap empati)
    2. Mampu melakukan pemeriksaan fisik paru pada kondisi fisiologis dan patologis secara lege artis pada pasien simulasi
  4. Mampu melakukan injeksi subkutan (Mantoux test) dan intrakutan (imunisasi BCG) pada manekin
    1. Memahami indikasi dan kontraindikasi pelaksanaan Injeksi subkutan (Mantoux test) dan intrakutan (imunisasi BCG)
    2. Memahami informed consent
    3. Melakukan informed consent sebelum tindakan
    4. Melakukan prosedur pelaksanaan injeksi subkutan (Mantoux test) dan intrakutan (imunisasi BCG) dengan mempraktekkan teknik sepsis-asepsis
    5. Memahami cara interpretasi hasil test mantoux
    6. Memahami kemungkinan komplikasi yang mungkin timbul
  5. Mampu membuat surat sehat dan surat sakit

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Review anatomi fisiologi dari sistem respirasi : limfatik pada sistem respirasi, otot bantu nafas
  2. Patofisiologi dan patogenesis rhinorhe, batuk kering, batuk berdahak, hemoptisis, bersin, nyeri tenggorokan, sesak nafas, sianosis, nyeri dada saat bernafas, retraksi suprasternal, retraksi interkostalis, nafas cuping, pembesaran limfonodi cervikal
  3. Tata cara pengisian formulir DOTS, alur temuan s/d penatalaksanaan TB secara nasional
  4. Kebiasaan/kondisi lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan respirasi
  5. Mikroba penyebab infeksi nafas
  6. Obat antitusif, antialergi, bronchodilator, OAT,
  7. Macam-macam formula obat untuk terapi respirasi
  8. Rahasia Medik, Sistem Pelaporan Penyakit Menular
  9. Surat sehat, surat sakit

 

Focul Health Problems and  Disease:

  1. Penyakit- penyakit paru obstruktif (obstructive airway & pulmonary diseases)
  2. Asma bronchiale
  3. Status asmatikus
    1. Penyakit- penyakit paru restriktif  ( restrictive pulmonary diseases)
  • Penyakit- penyakit  parenkim paru ( intrinsic lung diseases)
    • pulmonary fibrosis
    • sarcoidosis
    • hipersensitivity pneumonitis/ extrinsic allergic alveolitis
    • colagen vaskular disease
  • Extrinsic disorder
    • penyakit- penyakit pleura
    • atelectasis
  • Penyakit- penyakit paru obstruktif (obstructive airway & pulmonary diseases)
  • PPOK
  • Bronchiectasis
  • Emfisema
    1. Penyakit infeksi paru akut : Pneumonia, influenza, avian influenza, bronchitis akut
    2. Penyakit infeksi paru kronik : TB paru
    3. Emboli dan infark paru
    4. Penyakit- penyakit pada pleura
  • efusi pleura
  • pleuritis lupus
  1. Hipertensi pulmonal & edema pulmonal
  2. Keganasan pada sistem respirasi
  3. Specific respiratory problem in child and the newborn (bronchiolitis, pneumonia, asma bronchiale,dll)
  4. Patologi anatomi
    • Asbestos pulmonum
    • lipid pneumonia
    • Infark paru- paru
    • Emphysema pulmonum
    • Pneumonia lobaris stadium hepatisasi merah
    • Pneumonia lobaris stadium hepatisasi kelabu
    • Bronchopneumonia
    • Tuberculosis pulmonum
    • Bronchogenic carsinoma
  5. Patologi klinik
  • Pemeriksaan cairan pleura
    • Pemeriksaan makroskopik cairan pleura
    • Pemeriksaan mikroskopik cairan pleura
    • Pemeriksaan kimia cairan pleura : tes Rivalta
  1. Pemeriksaan laboratorium pada infeksi saluran nafas ( darah rutin, analisa gas darah,  imunoserologis ICT-TB, dll )
  2. Radiologi
    1. Rontgen thoraks AP dan PA : indikasi, kontraindikasi, interpreatsi
    2. CT SCAN dan MRI
  3. THT
    1. influenza, faringitis, tonsilitis, tonsilofaringitis, laringitis
    2. Ca nasofaring, Ca laring, Bronchogenic carcinoma
  4. IKM :
    1. tata cara pengisian formulir DOTS, alur temuan s/d penatalaksanaan TB secara nasional
    2. kebiasaan/kondisi lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan respirasi :
    3. rumah tidak sehat
    4. kebiasaan merokok (pengaruh pergaulan, pengaruh budaya)
    5. kebakaran hutan, kebiasaan memasak menggunakan kayu bakar
    6. penggunaan obat anti nyamuk (oabt bakar-obat semprot-obat elektrik)
    7. penyakit paru akibat kerja, misal: asbestosis
  5. Mikrobiologi : mikroba penyebab infeksi nafas (basil, coccus, BTA, dll), jenis-jenis pengecatan mikroba (termasuk Ziehl Nelson, dll), jenis-jenis media biakan kuman.
  6. Farmasi : peresepan obat- obat penyakit respirasi, terutama pada kasus TB anak dan dewasa serta obat asma
  7. Farmakologi :
    1. Farmakoterapi penyakit- penyakit respirasi   ( ISPA secara umum dan asma bronchiale)
    2. Farmakoterapi penyakit- penyakit respirasi (TB paru anak dan dewasa)

 

Praktikum:

  1. Praktikum anatomi
  2. Praktikum fisiologi :
  3. hiperventilation provocation test
  4. lung fungtion test, peak  flow meter

Praktikum Mikrobiologi :

  • Identifikasi Morfologi macam-macam mikroba penyebab infeksi nafas (misal :BTA, kuman coccus, basil, dll)
  • Mengenal macam-macam pengecatan
  • Mengenal media biakan kuman 

 

Keterampilan Klinik:

  1. Pemeriksaan fisik paru normal dan abnormal (termasuk mengidentifikasi gambaran retraksi; mengidentifikasi suara nafas abnormal seperti wheezing, ronkhi, amforik; mengidentifikasi perkusi pekak dan sonor) + mencatat rekam medis à 2x
  2. Interpretasi rontgen normal dan abnormal dari sistem respirasi à 2x
  3. Anamnesis keluhan sistem respirasi + mencatat rekam medis à 2x
  4. Injeksi subkutan (Mantoux test) dan intrakutan (imunisasi BCG) dengan mempraktekkan teknik sepsis-asepsis & informed consent à 1x

 

Daftar keluhan skenario:

  1. Batuk
  2. Sesak nafas
  3. Retraksi suprasternal, retraksi interkostalis, nafas cuping
  4. Hematemesis
  5. Nyeri dada
  6. Pembesaran limfonodi cervikal

Ilmu Kedokteran yang Terlibat:

  1. Anatomi
  2. Fisiologi
  3. Ilmu penyakit dalam
  4. Ilmu kesehatan anak
  5. Patologi anatomi
  6. Patologi klinik
  7. Radiologi
  8. THT
  9. IKM
  10. Mikrobiologi
  11. Anestesi
  12. Farmasi
  13. Ilmu gizi
  14. Farmakologi

 

Hubungan dengan Blok Lain:

Blok 1.3 – menjadi dasar bagi blok 3.1

 

 

MesoKurikulum Blok 3.2 Sistem Digestivus

Tujuan Umum Pembelajaran:

  1. Mampu menjelaskan mekanisme gangguan fungsi normal tubuh (patofisiologi) dan perjalanan gangguan fungsi normal (pathogenesis) dan variabel yang mempengaruhinya terkait penyakit-penyakit sistem digestivus
  2. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar, klinik, ilmu kesehatan masyarakat, dan prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam merumuskan diagnosis serta merencanakan penatalaksanaan terhadap  permasalahan pasien simulasi/skenario berkaitan dengan sistem digestivus
  3. Mampu  merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan penunjang pada berbagai kasus penyakit pada  sistem digestivus
  4. Mampu  melakukan pemeriksaan fisik abdomen dan colok dubur pada kondisi fisiologis dan patologis secara lege artis pada pasien simulasi
  5. Mampu  melakukan pemasangan NGT pada manekin dengan lege artis

 

Tujuan Khusus Pembelajaran:

  1. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar yang mutakhir sebagai dasar dalam menentukan diagnosis dan rencana  penatalaksanaan terhadap permasalahan pasien simulasi/skenario berkaitan dengan sistem digestivus
  2. Mampu memahami histologi,  anatomi dan fisiologi sistem digestivus sebagai dasar untuk memahami patogenesis dan patofisiologi berbagai kasus penyakit dalam sistem digestivus 
  3. Mampu menentukan diagnosis dan diagnosis banding berbagai kasus penyakit pada sistem digestivus berdasarkan gambaran riwayat penyakit, serta gejala dan tanda klinis pada pasien simulasi atau pasien dalam skenario
  4. Mampu menentukan rencana penatalaksanaan (aspek farmakologis dan non farmakologis) berdasarkan kesimpulan diagnosis sementara
    1. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan penunjang pada berbagai kasus penyakit pada sistem digestivus
  5. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan laboratorium yang dapat menunjang penegakan diagnosis
  6. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan radiologi sederhana yang dapat menunjang penegakan diagnosis
  7. Mampu merencanakan rujukan untuk melakukan pemeriksaan penunjang mutakhir yang tepat dan  dapat menunjang penegakan diagnosis
    1. Mampu melakukan pemeriksaan abdomen dan colok dubur pada kondisi fisiologis dan patologis secara lege artis pada pasien simulasi
  8. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan pemeriksaan abdomen dan colok dubur pada kondisi fisiologis dan patologis (memberi salam, meminta persetujuan, menciptakan situasi yang nyaman untuk pasien, menunjukkan sikap empati)
  9. Mampu melakukan pemeriksaan fisik abdomen  dan colok dubur pada kondisi fisiologis dan patologis secara lege artis pada pasien simulasi
  1. Mampu melakukan pemasangan NGT pada manekin
    1. Memahami indikasi dan kontraindikasi pelaksanaan pemasangan NGT
    2. Melakukan prosedur pelaksanaan pemasangan NGT secara lege artis
    3. Memahami kemungkinan komplikasi yang mungkin timbul

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Review struktur makroskopis dan mikroskopis traktus digestivus : pengeluaran asam lambung, appendiks, hepar, vena porta, sistem biliaris, locus minoris resistensi, sistem vaskularisasi rektum
  2. Review fungsi normal sistem digestivus
  3. Pathogenesis dan patofisiologi keluhan traktus digestivus dan organ asesorius, conthnya: sakit gigi, mual, muntah, sebah, kembung, nyeri ulu hati,  mencret, konstipasi, sakit perut, jaundice, hematemesis, asites, melena, hematoschezia, hemorrhoid,
  4. Etiologi kelainan traktus digestivus dan organ asesorius : Infeksi jamur, virus, dan bakteri, Inflamasi, kelainan congenital, neoplasma, trauma abdomen, intoleransi laktosa, keracunan makanan, malabsorbsi, alergi makanan,
  5. Akut abdomen : ileus, peritonitis
  6. Dehidrasi
  7. Anti jamur, anti viral, anti perdarahan, anti hemorrhoid, anti diare, anti emetic, anti bacterial (coli), terapi cairan
  8. Pemeriksaan abdomen dan colok dubur
  9. Pemasangan NGT

 

Focused health problems and diseases:

  1. Rongga Mulut : Kelainan kongenital, neoplasma, infeksi jamur, infeksi virus, inflamasi, neoplasma, sumbatan saluran ludah,
  2. Esofagus : kelainan congenital, kelainan obstruksi, lesi korosif, reflux esophageal, varises dan rupture esophagus
  3. Diafragma : hernia
  4. Dinding abdomen : hernia
  5. Lambung dan duodenum : peradangan, perdarahan, infeksi
  6. Hati : infeksi virus, infeksi parasit, fatty liver, sirosis, liver failure
  7. Saluran dan Kandung empedu, pancreas : kelainan congenital, peradangan
  8. Jejunum-ileum : kelainan congenital, peradangan, diverticulum
  9. Colon : peradangan, prolaps, abses, fisura, fistula, neoplasma,
  10. Masalah pencernaan pada anak : malabsorbsi, alergi makanan, intoleransi laktosa, infeksi virus, infeksi bakteri, stenosis pylorus, refluks, dehidrasi
  11. Akut abdomen : ileus, peritonitis
  12. Selaput putih pada rongga mulut
  13. Nyeri pada rongga mulut
  14. Gusi bengkak
  15. BAB warna hitam
  16. Nyeri ulu hati
  17. Mual
  18. Muntah
  19. Diare
  20. Intoleransi lakstosa
  21. Mata cekung
  22. Mukosa kering
  23. Ubun-ubun cekung
  24. Turgor turun
  25. Gizi buruk
  26. Mata, kulit berwarna kuning
  27. Penurunan berat badan
  28. Lemah
  29. BAK coklat tua
  30. BAB warna dempul
  31. Asites
  32. Muntah darah
  33. Caput medusse
  34. Nyeri abdomen hebat
  35. Febris

 

Praktikum : mikrobiologi, parasitologi, anatomi

Bidang ilmu yang terlibat : Bedah, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Dalam, Gigi-Mulut, Farmakologi, Anestesi, Anatomi, Fisiologi, Histologi

 

 

Topic Tree:

 

             
    Rounded Rectangle: Rongga Mulut
    Rounded Rectangle: Hernia
 
      Rounded Rectangle: Esophagus
 
 
 
   
 
    Rounded Rectangle: Pemasangan NGT
 

 

 

 

 

 

Mesokurikulum Blok 3.3 – Urogenitalia

Tujuan Pembelajaran Umum:

  1. Mampu  menerapkan ilmu kedokteran dasar dalam pendekatan terhadap keluhan terkait sistem urogenitalia
  2. Mampu  merencanakan dan mengelola masalah kesehatan yang berhubungan dengan keluhan terkait sistem urogenitalia
  3. Mampu  melakukan komunikasi secara verbal dan  non verbal dalam melakukan pemeriksaan fisik dan tindakan prosedural urogenitalia pada pasien simulasi
  4. Mampu menerapkan sikap profesional dan menerapkan prinsip moral dan etika

 

Tujuan Pembelajaran Khusus:

  1. Mampu menerapkan ilmu kedokteran dasar dalam pendekatan terhadap keluhan terkait gangguan sistem urogenitalia
  • Review struktur dan fungsi dari sistem urogenitalia:
    • Filtrasi dan reabsorpsi pada nefron
    • Innervasi pada ureter dan vesika urinaria
    • Struktur dan letak prostat
    • Kompartemen cairan tubuh
    • Mekanisme pembesaran prostat
  • Patofisiologi dari permasalahan-permasalahan urogenitalia:
    • Pada ginjal, pada saluran kemih, pada prostat, pada genitalia luar
  1. Mampu  mengetahui proses perjalanan penyakit pada sistem urogenitalia
  • Pemeriksaan fisik, diagnosis, dan farmakoterapi penyakit-penyakit urogenitalia
  • Aspek bedah dari keluhan genitourinaria : Pengantar bedah urologi beserta patofisiologi, diagnosis, dan indikasi bedah dari kelainan-kelainan urogenitalia
  • Patofisiologi, diagnosis, farmakoterapi, dan aspek etika dan medikolegal penyakit menular seksual
  • Pemeriksaan penunjang laboratorium yang dibutuhkan dalam penyakit genitourinaria: urin rutin, urin len
  • Pemeriksaan penunjang radiologi dalam penyakit genitourinaria: foto polos abdomen, BNO-IVP, USG
  1. Mampu melakukan komunikasi secara verbal dan  non verbal dalam melakukan pemeriksaan fisik dan tindakan prosedural urogenitalia pada pasien simulasi
  • Mampu mengumpulkan informasi atau anamnesis lengkap dari keluhan sistem urogenitalia pada pasien simulasi
  • Mampu melakukan pemasangan kateter
  1. Mampu menerapkan sikap profesional dan menerapkan prinsip moral dan etika

 

 

 

 

 

Outline konten ilmu:

  • Patofisiologi dan patogenesis edema
  • Patofisiologi dan patogenesis dysuria, hematuria, oliguria, anuria, poliuria, urgensi, hesitansi, miksi tidak lampias (resistensi urin),
  • Kelainan kongenital pada genitalia eksterna: phimosis, paraphimosis, hipospadia, epispadia, hymen imperforata
  • Kelainan kongenital pada ginjal
  • Nefropati, gagal ginjal, sindroma nefrotik, sindroma nefritik
  • Retensi urin
  • Kolik ureter
  • Infeksi saluran kemih, batu saluran kemih
  • Respon imun dari traktus urogenital: leukorrhea, pyuria
  • Keluhan genitalia eksterna: gatal, condyloma, papilloma, kista Bartholini, ulkus durum, cold sores,
  • Farmakoterapi dari penyakit-penyakit urogenitalia (diuretik? Obat-obatan prostat? Antibiotika utk ISK?)

 

Keterampilan Klinik:

  1. “Pemeriksaan Abdomen Khusus”
  • Pemeriksaan fisik ginjal
  • Pemeriksaan fisik vesica urinaria
  1. Pemeriksaan genitalia eksterna laki-laki dan pemasangan  kateter uretra
  2. Pemeriksaan genitalia eksterna perempuan dan  pap smear

 

Praktikum

  1. Anatomi (urinarius dan genitalia pria – 1, genitalia wanita – 1)
  2. Patologi anatomi
  3. Patologi klinik (2 kali)
  4. Mikrobiologi/Parasit

 

 

 

Mesokurikulum Blok 4.1 – Kardiovaskuler

 

Tujuan Pembelajaran Umum

  1. Mampu menerapkan ilmu kedokteran dasar dalam pendekatan terhadap keluhan terkait sistem kardiovaskular
  2. Mampu merencanakan dan mengelola masalah kesehatan yang berhubungan dengan keluhan terkait sistem kardiovaskular
  3. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal terkait keluhan sistem kardiovaskuler
  4. Mampu menerapkan sikap profesional dan mendukung kebijakan kesehatan

 

Tujuan Instruksional Khusus

  1. Mampu menerapkan ilmu kedokteran dasar dalam pendekatan terhadap keluhan terkait sistem kardiovaskuler
  • Review struktur dan fungsi dari sistem kardiovaskuler
  • Patofisiologi dari permasalahan-permasalahan kardiovaskuler
    • Review embriologi sistem kardiovaskuler
    • Kelainan jantung kongenital beserta patologinya
    • Penyakit katup jantung
    • Penyakit Arteri & Penyakit Vena
    • Penyakit Sistem Limfatik
    • Penyakit Jantung Koroner
    • Kardiomiopati, Miokarditis, Endokarditis Infektif
    • Penyakit Perikardial
    • Cor Pulmonale
    • Aritmia
    • Gagal jantung
    • Henti Jantung
      1. Mampu  merencanakan dan  mengelola masalah kesehatan yang berhubungan dengan keluhan terkait kelainan sistem kardiovaskuler:
  • Pemeriksaan fisik, diagnosis, dan penatalaksanaan penyakit-penyakit kardiovaskuler
    • angina pectoris
    • unstable angina
    • myocardial infarction
    • gagal jantung
    • cardiorespiratory arrest
    • supraventricular tachycardia
    • atrial flutter
    • ventricular extrasystole
    • hipertensi esensial
    • hipertensi sekunder
    • syok septik
    • syok hipovolemik
  • Pengantar aspek invasif dari penatalaksanaan penyakit jantung: bedah jantung, bedah katup jantung, stenting/ballooning, beserta patofisiologi, diagnosis, dan indikasi bedah dari kelainan-kelainan kardiovaskuler
  • Hipertensi pulmonal & edema pulmonal
  • Pemeriksaan penunjang laboratorium dan lain-lain yang dibutuhkan dalam penyakit kardiovaskuler:
    • enzim jantung
    • Prinsip treadmill test
    • pengantar EKG
  • Pemeriksaan penunjang radiologi dalam penyakit kardiovaskuler: foto polos toraks, echocardiography
  • Farmakologi dari obat-obatan kardiovaskuler
    1. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal terkait keluhan sistem kardiovaskuler
  • Mampu mengumpulkan informasi atau anamnesis lengkap dari keluhan sistem kardiovaskuler
    1. Mampu menerapkan sikap profesional dan menerapkan prinsip moral dan etika
  • Aspek bioetika dan humanisme mengenai sistem kardiovaskuler
  • Isu-isu terkait etika donasi organ, transfusi darah, cangkok jantung/katup jantung

 

 

 

 

MesoKurikulum Blok 4.2 Sistem Organo Sensoris

 

Tujuan Umum Pembelajaran :

  1. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar yang mutakhir dalam merencanakan penatalaksanaan terhadap   permasalahan pasien simulasi/scenario berkaitan dengan system organo sensoris
  2. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan radiologi pada system organo sensoris
  3. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan pemeriksaan THT, mata dan kulit.
  4. Mahasiswa memahami prinsip-prinsip profesionalisme sebagai seorang mahasiswa kedokteran

 

Tujuan Khusus Pembelajaran :

  1. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar yang mutakhir dalam merencanakan penatalaksanaan terhadap permasalahan pasien simulasi/scenario berkaitan dengan system organo sensoris
  • Mampu menjelaskan struktur, fungsi, pathologi, patofisiologi, diagnosis serta mampu merencanakan penatalaksanaan pada kasus penyakit mata, THT, dan Kulit secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
    1. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan radiologi pada system organo sensoris
  • Mahasiswa mampu menentukan jenis, indikasi, kontraindikasi, tujuan dan manfaat  pemeriksaan radiologi sesuai masalah dan  kebutuhan pasien simulasi/skenario dengan mempertimbangkan latar belakang biopsikosocial dan budaya.
  • Mahasiswa dapat menginterpretasikan hasil pemeriksaan radiologi (x ray) terkait gangguan pada kasus THT.
    1. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan pemeriksaan THT, mata dan kulit.
  • Mahasiswa mampu memberikan salam, memperkenalkan diri, melakukan anamnesis dan meminta persetujuan sebelum melakukan pemeriksaan pada pasien simulasi
  • Mahasiswa mampu memberikan situasi yang nyaman dalam pemeriksaan pada pasien simulasi
  • Mahasiswa mampu menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya dalam pemeriksaan pada pasien simulasi
  • Mahasiswa mampu melakukan secara lege artis pemeriksaan THT pada pasien simulasi
  • Mahasiswa mampu melakukan secara lege artis pemeriksaan mata pada pasien simulasi
  • Mahasiswa mampu melakukan secara lege artis pemeriksaan kulit pada pasien simulasi

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Review anatomi fisiologi dari organ sensoris (mata kulit, THT)
  2. Patofisiologi dan pathogenesis epistaksis
  3. Mata merah dengan visus normal
  4. Mata merah dengan visus turun (termasuk Glukoma)
  5. Mata tenang visus turun mendadak
  6. Mata tenang dengan visus turun perlahan                                    ilmu mata
  7. Trauma mata : tumpul dan kimia
  8. Kelainan bola mata
  9. Kelainan congenital pada mata
  10. Kelainan adneksa mata
  11. Tumor (jinak dan keganasan Keganasan) pada mata à ilmu mata dan PA
  12. Gangguan pendengaran (tuli konduktif dan tuli perceptive)
  13. Kalainan Telinga luar (OE,serumen plug,corpus alenum), kelainan  telinga tengah (OM),  kelainan  telinga dalam (mastoiditis, choleastoma)
  14. Gangguan Keseimbangan (vertigo ,meniere’s)                                           
  15. Kelainan pada hidung, orofaring dan sinus (rhinitis, sinusitis, faringitis, tonsillitis)
  16. Trauma telinga
  17. Kelainan congenital pada THT
  18. Tumor (jinak dan keganasan) pada telinga à Ilmu THT dan PA
  19. Penyakit infeksi pada kulit ( jamur superficial (tinea), bakteri (TB kulit, Impetigo, superfisial folliculitis, furunkel, karbunkel, Erytrasma, Erisepelas), virus(verruca vulgaris, molluskum contangiosum, herpes zoster),  parasit(pedikulosis, scabies, gigitan serangga)
  20. Penyakit alergi pada kulit (dermatitis, urtikaria, angioderma)                                    
  21. Kelainan pigmen kulit (albinism, Vitiligo melasma, hipopigmentasi, hiperpigmentasi)
  22. Tumor (jinak dan keganasan) kulit  à ilmu Kulit Kelamin dan PA
  23. Radiologi pada kasus THT à radiologi (corpus alenum THT, sinus(water’s))
  24. Pemeriksaan laboratorium dasar pada kulit (KOH) à PK
  25. Farmakologi obat-obatan systema organosensoris (obat anti fungal, obat nasal dekongestan,obat antiviral, obat antiinflamasi, obat tetes mata dan telinga, obat gargling/antiseptic tenggorokan)à farmakologi
  26. Keterampilan klinis dalam pemeriksaan THT (ilmu THT), mata (ilmu mata),  dan kulit (Ilmu Kulit Kelamin)

Ilmu Kedokteran yang Terlibat:

Anatomi, Fisiologi, Radiologi, Ilmu THT, Ilmu Kulit dan Kelamin, PK, PA, Ilmu Mata

 

Hubungan dengan Blok Lain:

Blok 1.1 – menjadi dasar bagi blok 4.2

Blok 1.2 – menjadi dasar bagi blok 4.2

Blok 5.1, 5.2, 5.3, 6.1, 6.2, 6.3, 7.1, 7.2, 7.3 – blok 4.2 menjadi dasar blok tersebut

 

 

 

MesoKurikulum Blok 4.3 Sistem Muskulo-skletal

 

Tujuan Umum Pembelajaran :

  1. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar yang mutakhir dalam merencanakan penatalaksanaan terhadap permasalahan pasien simulasi/scenario berkaitan dengan system muskulo-skletal
  2. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan hasil pemeriksaan radiologi pada system muskulo-skletal
  3. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan pemeriksaan spine dan pemeriksaan orthopedi pada pasien simulasi.
  4. Mahasiswa memahami prinsip-prinsip profesionalisme sebagai seorang mahasiswa kedokteran

 

Tujuan Khusus Pembelajaran :

  1. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar yang mutakhir dalam merencanakan penatalaksanaan terhadap permasalahan pasien simulasi/skenario berkaitan dengan system muskulo-skletal.
  • Mampu menjelaskan struktur, fungsi, pathologi, patofisiologi, diagnosis serta mampu merencanakan penatalaksanaan pada kasus penyakit muskulo-skletal secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer.
    1. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan hasil pemeriksaan radiologi pada system muskulo-skletal.
  • Mahasiswa mampu menentukan jenis, indikasi, kontraindikasi, tujuan dan manfaat  pemeriksaan radiologi pada system muskulo-skletal sesuai masalah dan  kebutuhan pasien simulasi/skenario dengan mempertimbangkan latar belakang biopsikosocial dan budaya.
  • Mahasiswa dapat menginterpretasikan hasil pemeriksaan radiologi (x ray) terkait gangguan pada system muskulo-skletal.
    1. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan pemeriksaan spine dan pemeriksaan orthopedi pada pasien simulasi.
  • Mahasiswa mampu memberikan salam, memperkenalkan diri, melakukan anamnesis dan meminta persetujuan sebelum melakukan pemeriksaan spine dan pemeriksaan orthopedi pada pasien simulasi
  • Mahasiswa mampu memberikan situasi yang nyaman dalam pemeriksaan pada pasien simulasi
  • Mahasiswa mampu menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya dalam pemeriksaan pada pasien simulasi
  • Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan spine secara lege artis pada pasien simulasi
  • Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan orthopedic secara lege artis pada pasien simulasi

4.    Mampu membuat visum et repertum

  • Mampu menjelaskan visum luar dan visum dalam
  • Mampu menjelaskan cara pembuatan/prosedur visum et repertum
  • Mampu menjelaskan peran dokter sebagai saksi ahli di pengadilan

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Review anatomi fisiologi dari otot dan rangka manusia
  2. Kelainan pada spinal dan spinal cord à Bedah orthopedic
  3. Kelainan saraf perifer
  4. Kelainan congenital , metabolic,  dan degenerative  pada system muskuloskletal à IPD, IKA dan Bedah Orthopedi
  5. Neoplasma pada system muskuloskletal à Bedah Ortopedi dan PA
  6. Infeksi pada system muskuloskletal (osteomyelitis, TB tulang,spondilitis TB, Poliomielitis)  à Penyakit Dalam, Neurologi, Bedah Orthopedi
  7. Trauma pada system muskuloskletal (cedera otot,tendon, ligament, dan fraktur tulang ekstremitas, spine) à Bedah orthopedi
  8. Visum pada kasus muskuloskletal (visum luar, jenis2 luka dari aspek medikolegal) à Forensik
  9. Radiologi pada kelainan system muskuloskletal (fraktur,osteomyelitis)à radiologi
  10. Pemeriksaan laboratorium pada system muskuloskletal (pemeriksaan ALP, CPK/CK,LDH)à PK
  11. Rehabilitasi medic pada system muskuloskletal à rehabmed
  12. Keterampilan klinis dalam pemeriksaan spine dan pemeriksaan orthopedic à Bedah orthopedic
  13. Farmakologi obat-obatan system muskuloskletal (obat analgetik-narkotik, antipirai, pelemas otot, dll)à farmakologi
  14. penyakit2 pada rongga thoraks (kiposis, ankilosing spondilitis)

 

Ilmu Kedokteran yang Terlibat:

Anatomi, Fisiologi, Radiologi, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Bedah, PK, PA, Rehab medik, Forensik

 

Hubungan dengan Blok Lain:

Blok 1.1 – menjadi dasar bagi blok 4.3

Blok 1.2 – menjadi dasar bagi blok 4.3

Blok 7.1 – blok 4.3 menjadi dasar blok 7.1

Blok 7.2 – blok 4.3 menjadi dasar blok 7.2

Blok 7.3 – blok 4.3 menjadi dasar blok 7.3

 

 

Mesokurikulum blok 5.1 Infeksi tropis dan Emerging Disease

 

Tujuan Umum Pembelajaran:

  1. Mampu menjelaskan mekanisme gangguan fungsi normal tubuh (patofisiologi), perjalanan gangguan fungsi normal (pathogenesis), dan variable yang mempengaruhinya pada suatu kelainan multisistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  infeksi tropis dan emerging disease
  2. Mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam perencanaan mengatasi permasalahan suatu multisistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  infeksi tropis dan emerging disease
  3. Mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan individu,  keluarga,  ataupun masyarakat pada permasalahan pasien simulasi/skenario secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  4. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati sehingga terjalin kerja sama untuk mengatasi permasalahan pasien/kesehatan, baik terhadap pasien simulasi, anggota keluarga pasien simulasi, dosen/konsultan, teman, masyarakat
  5. Mampu melakukan prosedur klinis (anamnesis, pemeriksaan fisik, tindakan procedural) sesuai masalah dan kebutuhan pasien simulasi dengan mempertimbangkan latar belakang biopsikosocial dan budaya pasien simulasi

 

Tujuan Khusus Pembelajaran:

  1. Mampu menjelaskan mekanisme gangguan fungsi normal tubuh (patofisiologi), perjalanan gangguan fungsi normal (pathogenesis), dan variable yang mempengaruhinya pada suatu kelainan multisistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  infeksi tropis dan emerging disease
  • mampu mengidentifikasi morfologi kuman/parasit penyebab infeksi tropis serta menjelaskan daur hidupnya
  • mampu menjelaskan penyebab serta cara penularan penyakit infeksi tropis dan emerging disease
  • mampu menjelaskan pathogenesis dan  patofisiologi kelainan multi sistem organ yang terjadi akibat penyakit infeksi tropis dan emerging disease
    1. Mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam perencanaan mengatasi permasalahan suatu multisistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  infeksi tropis dan emerging disease
  • Mampu menjelaskan faktor risiko dan epidemiologi penyakit-penyakit infeksi tropis dan emerging disease
  • mampu merumuskan rencana pemeriksaan penunjang untuk penegakan diagnosis penyakit infeksi tropis dan emerging disease berdasarkan data riwayat penyakit dan data pemeriksaan fisik
  • mempu melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana sebagai pemeriksaan penunjang dalam penegakan diagnosis penyakit infeksi tropis (pemeriksaan malaria [darah tebal, darah tipis], hitung jenis leukosit)
  • mampu merumuskan differential diagnosis berdasarkan data riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dari pasien simulasi dan atau skenario
  • mampu menemukenali permasalahan etika dan hukum kedokteran yang sering ditemukan terkait kejadian emerging disease (pelaporan kasus, karantina, vaksinasi hewan ternak, pemusnahan hewan ternak, dll) 
  • mampu merumuskan rencana tatalaksana permasalahan multi sistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  infeksi tropis dan emerging disease,  dengan memperhatikan prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir
  • mampu  mengetahui langkah-langkah deteksi dini pada penyakit infeksi tropis dan emerging disease
  • mampu merumuskan rencana pencegahan/penyebaran kejadian penyakit infeksi tropis dan emerging disease, dengan memperhatikan prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir
    1. Mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan individu,  keluarga,  ataupun masyarakat pada permasalahan pasien simulasi/skenario secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  • mampu menjelaskan program pemerintah terkait pengelolaan kasus penyakit infeksi tropis dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  • mampu menjelaskan program pemerintah terkait pengelolaan kasus emerging disease dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  • mampu merumuskan rencana tatalaksana individu,  keluarga,  ataupun masyarakat  pada permasalahan pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  infeksi tropis dan emerging disease secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
    1. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati sehingga terjalin kerja sama untuk mengatasi permasalahan pasien/kesehatan, baik terhadap pasien simulasi, anggota keluarga pasien simulasi, dosen/konsultan, teman, masyarakat
  • Mampu menjelaskan dasar-dasar penyuluhan kepada masyarakat
  • Mampu menjelaskan media komunikasi dalam penyuluhan kepada masyarakat
  • Mampu berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati sehingga terjalin kerja sama untuk mengatasi permasalahan kesehatan kepada pasien simulasi dan/atau anggota keluarga pasien simulasi
  • Mampu merencanakan dan melaksanakan penyuluhan dalam kondisi simulasi
    1. Mampu melakukan prosedur klinis (anamnesis, pemeriksaan fisik, tindakan procedural) sesuai masalah dan kebutuhan pasien simulasi dengan mempertimbangkan latar belakang biopsikosocial dan budaya pasien simulasi
  • Mampu melakukan anamnesis pada pasien simulasi dengan latar belakang pendidikan rendah dan kurang mampu, dengan menggunakan bahasa sehari-hari masyarakat Jambi

 

 

Outline konten ilmu :

  1. Rrespon tubuh terhadap agen  infeksius
  2.  Mikroba penyebab infeksi tropis
  3. Parasit penyebab infeksi tropis
  4. Epidemiologi
  5. Penyakit infeksi tropis pada anak
  6. Penyakit infeksi tropis pada dewasa
  7. Emerging disease pada dewasa dan anak
    • Faktor-faktor yang mempengaruhi kemunculan kembali suatu emerging disease: perubahan lingkunan, demografi manusia dan hewan, perubahan patogen, perubahan pola beternak, faktor sosial dan budaya (pola makan, agama/kepercayaan, dsb)
    • SARS, flu burung, flu babi
  8. Farmakologi :  antimalaria, antileprosi,
  9. Prinsip imunisasi dan vaksinasi
  10. Farmasi : penulisan resep terapi penyakit infeksi
  11. IKM :
  • Kebijakan pemerintah terkait pengelolaan penyakit infeksi menular dan emerging disease
  • Penyuluhan kesehatan : dasar-dasar penyuluhan, media komunikasi dalam penyuluhan
  1. Keterampilan komunikasi : anamnesis pada pasien simulasi dengan latar belakang pendidikan rendah dan kurang mampu, dengan menggunakan bahasa sehari-hari masyarakat Jambi
  2. Patologi Klinik : pemeriksaan malaria (apus darah tebal dan tipis), hitung jenis leukosit

 

Praktikum :

  1. Parasit : praktikum  identifikasi helmintes dan  sporozoa,  pemeriksaan feses rutin
  2. Praktikum mikrobiologi :  pemeriksaan dan identifikasi bakteri gram positif dan negatif, identifikasi Bakteri tahan asam, bakteri anaerob, spirocaetal
  3. Praktikum PK : pemeriksaan darah tebal dan tipis malaria, hitung jenis leukosit

Ketrampilan klinis :

  1. Clinical reasoning: anamnesis pada pasien simulasi dengan latar belakang pendidikan rendah dan kurang mampu,dengan menggunakan bahasa sehari-hari masyarakat Jambi 2x
  2. General precaution : cuci tangan furbringer, pemasangan kaca mata, topi, baju steril 2x
  3. Penyuluhan menggunakan media audiovisual 2x
  4. Penulisan resep terapi penyakit infeksi tropis 1x
  5. Penulisan rujukan

 

Focus health problems and diseases:

  1. Difteri,
  2. Pertusis
  3. Thypoid
  4. Kusta
  5.  Leptospirosis
  6. DBD
  7. Chikungunya
  8. Campak dan Poliomielitis
  9. Malaria
  10. Filariasis
  11. Kejang
  12. Syok : Penurunan kesadaran, tekanan  darah  rendah, nadi tak teraba, akral dingin
  13. Kaki gajah
  14. Gizi kurang-buruk
  15. Social ekonomi, pendidikan rendah
  16. Ternak sebagai carrier penyakit
  17. Outbreak penyakit,  wabah, kejadian luar biasa, epidemic, pandemic

 

Hubungan dengan blok lain:

Bok 2.3 – blok 2.3 menjadi dasar bagi blok 5.1

Blok 3.1,3.2,4.2,4.3 - Blok 3.1,3.2,4.2,4.3 menjadi dasar bagi blok 5.1

Blok 5.2, 7.1 – blok 5.1 menjadi dasar bagi blok 5.2, 7.1

Mesokurikulum Blok 5.2 Hemato-Imunologi

 

Tujuan Umum Pembelajaran:

 

  1. Mampu menjelaskan mekanisme gangguan fungsi normal tubuh (patofisiologi), perjalanan gangguan fungsi normal (pathogenesis), dan variable yang mempengaruhinya pada suatu kelainan multisistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  kelainan hematoimunologi
  2. Mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam perencanaan mengatasi permasalahan suatu multisistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  kelainan hematoimunologi
  3. Mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan individu,  keluarga,  ataupun masyarakat pada permasalahan pasien simulasi/skenario secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  4. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati sehingga terjalin kerja sama untuk mengatasi permasalahan pasien/kesehatan, baik terhadap pasien simulasi, anggota keluarga pasien simulasi, dosen/konsultan, teman, masyarakat
  5. Mampu melakukan prosedur klinis (anamnesis, pemeriksaan fisik, tindakan procedural) sesuai masalah dan kebutuhan pasien simulasi dengan mempertimbangkan latar belakang biopsikosocial dan budaya pasien simulasi

 

Tujuan Khusus Pembelajaran:

  1. Mampu menjelaskan mekanisme gangguan fungsi normal tubuh (patofisiologi), perjalanan gangguan fungsi normal (pathogenesis), dan variable yang mempengaruhinya pada suatu kelainan multisistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  kelainan hematoimunologi
  • mampu menjelaskan penyebab, faktor pencetus serta faktor resiko  kelainan hematoimunologi
  • mampu mengidentifikasi  sel-sel darah abnormal pada apusan darah
  • mampu menjelaskan pathogenesis dan  patofisiologi kelainan multi sistem organ yang terjadi akibat kelainan hematoimunologi
  1. Mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam perencanaan mengatasi permasalahan suatu multisistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  kelainan hematoimunologi
  • mampu merumuskan rencana pemeriksaan penunjang untuk penegakan diagnosis kelainan hematoimunologi berdasarkan data riwayat penyakit dan data pemeriksaan fisik
  • mempu melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana sebagai pemeriksaan penunjang dalam penegakan diagnosis kelainan imunologis-alergi (prick test)
  • mampu merumuskan differential diagnosis kelainan hematoimunologi berdasarkan data riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dari pasien simulasi dan atau skenario
  • mampu menemukenali permasalahan etika dan hukum kedokteran yang sering ditemukan terkait kejadian kelainan hematoimunologi (pelaporan kasus, diskriminasi, rahasia medik, dll) 
  • mampu merumuskan rencana tatalaksana permasalahan multi sistem organ pada pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  kelainan hematoimunologi,  dengan memperhatikan prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir
  • mampu merumuskan rencana pencegahan/penyebaran kejadian kelainan hematoimunologi,dengan memperhatikan prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir : keselamatan kerja (radiasi, masker), pendidikan seksual dini, dll
  1. Mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan individu,  keluarga,  ataupun masyarakat pada permasalahan pasien simulasi/skenario secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  • mampu menjelaskan program pemerintah terkait pengelolaan kasus penyakit HIV-AIDS dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  • mampu menjelaskan program pemerintah terkait kebijakan jaminan kesehatan dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  • mampu merumuskan rencana tatalaksana individu,  keluarga,  ataupun masyarakat  pada permasalahan pasien simulasi/skenario berkaitan dengan  kelainan hematoimunologi secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  1. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati sehingga terjalin kerja sama untuk mengatasi permasalahan pasien/kesehatan, baik terhadap pasien simulasi, anggota keluarga pasien simulasi, dosen/konsultan, teman, masyarakat
  • Mampu menjelaskan dasar-dasar konseling
  • Mampu berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati ketika menyampaikan berita buruk (breaking bad news) kepada pasien simulasi dan/atau anggota keluarga pasien simulasi
  • Mampu berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan disertai empati ketika memberikan konseling gaya hidup sehat/pencegahan penyakit kepada pasien simulasi dan/atau anggota keluarga pasien simulasi
  1. Mampu melakukan prosedur klinis (prick test) sesuai masalah dan kebutuhan pasien simulasi dengan mempertimbangkan latar belakang biopsikosocial dan budaya pasien simulasi
  • Mampu melakukan prick test pada pasien simulasi dengan sebelumnya menjelaskan tujuan dan cara pelaksanaan tes

 

 

Outline konten ilmu :

  1. Review sel-sel darah  normal (pembentukan,struktur), peran pemeriksaan laboratorium klinik dalam pengelolaan gangguan hematologi /sel-sel darah (pemeriksaan apusan darah dan aspirasi sumsum tulang).
  2. Gambaran laboratorium, patogenesis : Kelainan sel darah merah, Kelainan sel darah putih, perdarahan dan kelainan trombosit
  3. Risiko tranfusi komponen darah
  4. Aspek  klinis penyakit eritrosit (berdasarkan kelainan jumlah, maturasi, bentuk, hemoglobin), leukosit (berdasarkan kelainan jumlah, proliferatif dan maturasi), perdarahan dan trombosit (berdasarkan kelainan jumlah, faktor pembekuan), kelainan lien dan pembuluh limfe, antiphospolipid sindrom
  5. Review respon imunologis normal, gangguan imunologis.
  6. Imunologi transplantasi, keganasan limfe (limfoma hodgkin’s, non hodgkin’s dll),  multiple mieloma, langerhans cell histiocytosis,
  7. Aspek  klinis penyakit eritrosit (berdasarkan kelainan jumlah, maturasi, bentuk, hemoglobin), leukosit (berdasarkan kelainan jumlah, proliferatif, maturasi, dan keganasan), perdarahan dan trombosit (berdasarkan kelainan jumlah, faktor pembekuan), kelainan lien dan pembuluh limfe, antiphospolipid sindrom.
  8. Gangguan imunologis (SLE, poliarteritis nodosa, vaskulitis lupus, polimialgia rheumatica,  reaksi anafilaktik, rheumatik fever, Henoch-Schoenlein purpura, HIV/AIDS, akibat obat-obatan), deep fungal infection pada immunocompremised patient
  9. Gangguan imunologi pada anak (juvenil chronic artritis,dll)
  10. Gangguan imunologis pada kulit (scleroderma,  eritema multiforme, atopi, Steven-Johnson syndrome,S4,
  11. Tatalaksana penyakit neoplasma : sitostatika, radioterapi

 

Keterampilan klinis :

  1. Keterampilan komunikasi: menyampaikan berita buruk (breaking bad news) 2x
  2. Keterampilan komunikasi : memberikan konseling gaya hidup sehat/pencegahan penyakit (Konseling HIV/AIDS) à 2x
  3. IV Line (fluid therapy)à 2x

 

Praktikum :

  1. Patologi Klinik : melakukan pemeriksaan darah rutin secara mandiri dibawah supervisi. (termasuk ambil darah vena), membuat preparat darah apus, identifikasi sel darah abnormal

Daftar masalah dalam skenario :

  1. Guillain barre, myastenia
  2. Hepatomegali
  3. Splenomegali
  4. Berat badan turun
  5. Penggunaan jaminan kesehatan dari pemerintah (jamkesmas)
  6. Pekerjaan (radiasi, cat) sebagai faktor resiko kelainan hematologi
  7. Penggunaan narkoba
  8. Candidiasis, TB paru, sarcoma Kaposi, BB turun, diare kronik
  9. Diskriminasi
  10. Pelaporan kasus
  11. Rahasia medik

 

Hubungan dengan blok lain :

Blok 1.3, 2.1, 2.3, - blok 1.3, 2.1, 2.3 menjadi dasar bagi blok 5.2

Blok 7.1, 7.3 – blok 5.2 merupakan dasar bagi blok 7.1, 7.3

 

 

MesoKurikulum Blok 5.3 Sistem Endokrin dan Metabolisme

Tujuan Umum Pembelajaran :

  1. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar yang mutakhir dalam merencanakan penatalaksanaan terhadap   permasalahan pasien simulasi/skenario berkaitan dengan sistem endokrin dan metabolisme
  2. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan penunjang pada berbagai kasus penyakit pada  sistem endokrin dan metabolisme
  3. Mampu melakukan injeksi insulin pada manekin
  4. Mampu menentukan status gizi pasien berdasarkan data antropometri yang tersedia
  5. Mahasiswa memahami prinsip-prinsip profesionalisme sebagai seorang mahasiswa kedokteran

 

Tujuan Khusus Pembelajaran :

  1. Mampu mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar yang mutakhir sebagai dasar dalam menentukan diagnosis dan rencana  penatalaksanaan terhadap permasalahan pasien simulasi/skenario berkaitan dengan sistem endokrin dan metabolisme
    1. Mampu memahami struktur histologi, anatomi dan fisiologi sebagai dasar untuk memahami patogenesis dan patofisiologi berbagai kasus penyakit dalam sistem endokrin dan metabolisme
    2. Mampu menentukan diagnosis dan diagnosis banding berbagai kasus penyakit pada sistem endokrin dan metabolisme berdasarkan gambaran riwayat penyakit, dan gejala klinis pada penderita
    3. Mampu menentukan rencana penatalaksanaan (farmakologi) berdasarkan kesimpulan diagnosis sementara
  2. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan penunjang pada berbagai kasus penyakit pada sistem endokrin dan metabolisme
    1. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan laboratorium yang dapat menunjang penegakan diagnosis
    2. Mampu merencanakan dan menginterpretasikan pemeriksaan radiologi sederhana yang dapat menunjang penegakan diagnosis
    3. Mampu merencanakan rujukan untuk melakukan pemeriksaan penunjang mutakhir yang tepat dan  dapat menunjang penegakan diagnosis
  3. Mampu melakukan injeksi insulin pada manekin
    1. Mampu melakukan komunikasi verbal dan nonverbal dalam melakukan injeksi insulin pada pasien rawat inap  (memberi salam, meminta persetujuan, menciptakan situasi yang nyaman untuk pasien, menunjukkan sikap empati)
    2. Memahami indikasi dan kontraindikasi pemberian insulin pada pasien DM
    3. Memahami jenis-jenis teknik injeksi insulin (i.m; i.v; s.c)
    4. Memahami penentuan dosis insulin sesuai kondisi pasien
  4. Mampu menentukan status gizi pasien berdasarkan data antropometri yang tersedia
    1. Memahami cara mendapatkan data antropometri yang akurat pada dewasa dan anak (Berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, tebal lemak subkutan)
    2. Memahami berbagai cara yang dapat digunakan untuk menentukan status gizi pada anak dan dewasa
  5. Mahasiswa memahami prinsip-prinsip profesionalisme sebagai seorang mahasiswa kedokteran
    • Komunikasi pada pasien penyakit kronis (edukasi, konseling)

 

 

 

Outline Konten Ilmu :

  1. Review struktur, bentuk, dan fungsi

Struktur, bentuk, dan fungsi dari sistem endokrin dan metabolik (kelenjar hipofise dan pankreas; kelenjar tiroid dan paratiroid; kelenjar adrenal; kelenjar gonad)

  1. Penyebab, patofisiologi, pathogenesis, diagnosis dan manajemen tatalaksana dari kelainan endokrin
  1. Endokrin steroid
    • Cushing disease, hiperaldosteron primer, phaeochromocytoma, penyakit addison
    • Krisis adrenal
    • Kelainan perkembangan seksual : Pubertas prekoks, sindroma feminisasi testikuler, hipogonad, sindroma adrenogenital
  2. Endokrin non-steroid
    • Kelainan hormon pertumbuhan : Akromegali, gigantisme, defisiensi GH,
    • Kelainan tiroid : hipertiroid, hipotiroid, kretinisme, tiroiditis
    • Kelainan paratiroid : hiperparatiroid, hipoparatiroid
    • multiple endicrinological neoplasia, tumor dengan produksi hormon ektopik
  3. Metabolik
    • Diabetes mellitus (DM) : IDDM, NIDDM, komplikasi DM akut, hipoglikemia, komplikasi DM kronik  mis DM neuropati, DM nefropati, DM retinopati, diabetes insipidus, pengenalan preparat insulin dan teknik penyuntikan
    • GOUT
    • Obesitas
    • Porfiria
    • Hiperlipoproteinemia
  1. Aspek klinis dari kelainan endokrin dan metabolik pada anak
    1. diabetes insipidus pada anak
    2. hipotiroid dan hipertiroid pada anak
    3. kelainan sex pada anak : interseksualitas, kriptokismus
    4. malnutrisi : aspek klinis marasmus dan kwashiokor
    5. pertumbuhan linier normal dan gangguannya (perawakan pendek, perawakan tinggi)
    6. antropometri pada anak
    7. pubertas prekoks dan pubertas terlambat
  2. Patologi klinik
    1. praktikum pemeriksaan kadar gula darah, kadar gula urine dan kadar protein urin serta interpretasinya
    2. Metabolisme lipid, protein dan karbohidrat
    3. Metabolisme purin dan pirimidin
  3. Pencitraan di bidang endokrin: indikasi, kontraindikasi, prosedur
  4. Ilmu gizi
    1. Pengantar ilmu gizi
    2. Kekurangan energy protein
    3. Pengelolaan gizi pada anak dengan KEP
    4. Defisiensi vitamin dan mineral
    5. Pengelolaan gizi pada anak dengan defisiensi vitamin dan mineral
    6. Pengukuran dan penggunaan data antropometri untuk menentukan status gizi
  5. Farmakologi : farmakologi obat-obat DM dan obat-obat tiroid

 

 

Keterampilan klinis:

  1. Teknik penyuntikan insulin (i.m dan s.c)
  2. Penentuan status gizi berdasarkan berbagai data antropometri

 

Ilmu Kedokteran yang Terlibat:

 

Anatomi, Fisiologi, Ilmu penyakit dalam, Ilmu kesehatan anak, Patologi anatomi, Patologi klinik, Radiologi, THT, IKM, Ilmu gizi, Farmakologi

 

 

Mesokurikulum Blok 7.1 Kedokteran Okupasi

 

Tujuan Pembelajaran Umum

  1. Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam perencanaan mengatasi permasalahan kesehatan kerja
  2. Mahasiswa mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan masalah kesehatan kerja secara  komprehensif,  holistik,  berkesinambungan, koordinatif,  dan  kolaboratif  dalam  konteks  pelayanan  kesehatan tingkat primer
  3. Mahasiswa mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan masalah kesehatan pada  individu,  keluarga,  ataupun masyarakat dalam kondisi keterbatasan sumber daya
  4. Mahasiswa mampu menerapkan sikap profesional dan mendukung kebijakan kesehatan Kesehatan Kerja

 

Tujuan Instruksional Khusus

  1. Mampu menerapkan ilmu Dasar-dasar kesehatan kerja
    • Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian, tujuan dan sasaran kesehatan kerja
    • Menjelaskan filosofi ilmu kesehatan kerja
    • Menjelaskan prinsip-prinsip kesehatan kerja
    • Menjelaskan pelayanan kesehatan kerja
  1. Mampu melakukan Pemeriksaan Kesehatan Kerja
  • Mengetahui pengertian dan tujuan tentang pemeriksaan kesehatan kerja dan ruang lingkup pemeriksaan
  • Menyebutkan peraturan perundangan terkait pemeriksaan kesehatan kerja
  • Menjelaskan tahapan pemeriksaan kesehatan kerja
  • Mengetahui tentang penetapan status kelayakan kerja
  • Menjelaskan contoh jenis pemeriksaan berdasarkan pekerjaan
  1. Penyakit Akibat Kerja
    • Mengetahui gambaran penyakit atau kesehatan pada pekerja
    • Menjelaskan pengertian penyakit akibat kerja/pancake akibat hubungan kerja dan kecelakaan kerja
    • Mengetahui tentang criteria penyakit akibat kerja
    • Mengetahui faktor risiko penyakit akibat kerja dan contoh pancake akibat kerja
    • Mengetahui tentang cara diagnosis penyakit akibat kerja
    • Menjelaskan tentang cara pencegahan penyakit akibat kerja/penyakit akibat hubungan kerja dan kecelakaan kerja
  2. Ergonomi Kerja
    • Menjelaskan latar belakang ergonomi kerja
    • Menjelaskan tujuan dan manfaat ergonomi kerja
    • Menjelaskan dasar-dasar ergonomi kerja
    • Menjelaskan factor risiko ergonomi kerja
    • Melaksanakan penerapan ergonomi kerja
  3. Kesehatan lingkungan kerja
  • Menjelaskan dasar dasar kesehatan lingkungan kerja
  • Menjelaskan factor bahaya potensial di lingkungan kerja
  • Melakukan identifikasi bahaya dilingkungan kerja
  • Melaksanakan beberapa pengukuran bahaya dilingkungan kerja
  1. Manajemen Pertolongan Pertama Pada kecelakaan di tempat kerja
  • Mahasiswa mampu menjelaskan Pengertian, latar belakang
  • Menjelaskan perundang-undangan tentang P3K
  • Menjelaskan prinsip dasar tindakan pertolongan
  • Menjelaskan jumlah dan isi kotak P3K
  1. Tanggap darurat ditempat kerja
    • Mahasiswa mampu menjelaskan keadaan darurat ditempat kerja
    • Mengidentifikasi kondisi bahaya yang berpotensi menjadi keadaan darurat di tempat kerja
    • Menjelaskan tentang kecelakaan kerja
    • Melakukan manajemen penanganan keadaan darurat di tempat kerja
  2. Alat Pengamanan Kerja (Alat pelindung diri)
    • Mahasiswa mampu Menjelaskan fungsi dan tujuan penggunaan alat pengaman.
    • Menyebutkan jenis alat pengaman diri dan fungsinya.
    • Menyebutkan jenis alat pengaman kebakaran dan fungsinya
  3. Gizi Pekerja dan ASI di tempat kerja
    • Mahasiswa mampu menjelaskan ruang lingkup tentang gizi pada pekerja
    • Menjelaskan tentang gizi seimbang pada pekerja
    • Menjelaskan kebutuhan gizi pekerja
    • Menjelaskan tenatang peningkatan pemeberian ASI di tempat kerja
  4. Stress Kerja
    • Mahasiswa mampu menjelaskan pngertian, sumber-sumber stress
    • Menjelaskan efek stress terhadap kesehatan
    • Menjelaskan cara mengatasi stress kerja
    • Penatalasanaan stress akibat kerja

 

Keterampilan Klinik

  1. P3K
  1. Evakuasi korban
  2. Penggunaan alat-alat pelindung diri di lingkungan kerja à sesuai dengan tempat kerja tertentu
  3. Penyuluhan kesehatan kerja

 

Praktek Belajar Lapangan:

  1. Observasi lingkungan kerja : mengenal lingkungan kesehatan pekerja, survey pajanan di tempat kerja, fasilitas kesehatan yang tersedia di tempat kerja, wawancara pekerja,
  2. Penggunaan alat pengukur kadar zat-zat tertentu dan mengetahui nilai ambang batasnya (jika ada)

 

Ilmu Kedokteran yang Terlibat:

  1. Ilmu kesehatan msyarakat
  2. Ilmu gizi masyarakat
  3. Ilmu kesehatan anak
  4. Patologi Klinik
  5. Penyakit Dalam dan Endokrinologi
  6. Etika Kedokteran

 

Hubungan dengan Blok Lain

Blok 3.1 à sistem respirasi

Blok 3.2 à endocrine dan sistem metabolism

Blok 4.2 à keluhan organ sensoris (kebisingan, corpus alienum)

Blok 4.3 à sistem musculoskeletal

Blok 5.2 à blok hematoimunologi

Blok 7.3 à blok emergency dan disaster

 

 

Mesokurikulum Block 7.Emergency, Disaster And Health System

 

Tujuan Pembelajaran Umum:

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi kondisi kegawatdaruratan dalam pelayanan kesehatan dan melakukan tindakan awal untuk mempertahankan kehidupan dengan menerapkan aspek keselamatan pada pasien simulasi
  2. Mampu melakukan prosedur klinis kegawatdaruratan (anamnesis, pemeriksaan fisik, tindakan procedural/triage) secara komprehensif sesuai masalah dan kebutuhan pasien simulasi
  3. Mampu mempelajari latar belakang biopsikosocial-budaya pasien simulasi dalam perencanaan penanganan kegawatdaruratan
  4. Mampu memahami kondisi alamiah bencana (natural dan akibat manusia), dampaknya terhadap kesehatan
  5. Mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, prinsip-prinsip etikomedikolegal yang mutakhir dalam perencanaan mengatasi permasalahan kesehatan kelompok masyarakat
  6. Mampu melakukan perencanaan dalam pengelolaan masalah kegawatdaruratan dan bencana pada  korban dalam kondisi keterbatasan sumber daya

 

Tujuan Instruksional Khusus

1.Emergency

  1. Mampu berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya pada keadaan gawat darurat
  2. Menentukan keadaan darurat klinis dan memilih tindakan klinis yang tepat dengan kebutuhan pasien secara benar dan etis sesuai dengan kompetensi (medis atau bedah)
  3. Melalkukan anamnesis dan pemeriksaan fisik tanpa menambah rasa sakit, ketidaknyamanan serta membahayakan keselamatan  pasien
  4. Melakukan kerjasama interprofesional dalam simulasi kegawatdaruratan
  5. Mengevaluasi tindakan yang telah diberikan dan merencanakan tindak lanjut ataupun membuat komunikasi tertulis rujukan
  1. Disaster
    1. Melakukan tindakan kedaruratan klinis dan bedah dalam keadaan bencana secara benar dan etis sesuai dengan kewenangan atau kompetensi
    2. Menjelaskan prinsip-prinsip pengelolaan bencana
    3. Memahami berbagai program dalam pengelolaan bencana, yang mencakup koordinasi, bantuan tim medis, logistik, pencegahan penyakit menular dan kesehatan jiwa termasuk ditempat pengungsian serta memahami sistem informasi bencana
    4. Melakukan kerjasama interprofesional dalam simulasi bencana
    5. Menerpakan aspek keselamatan pasien, evakuasi dalam keadaan bencana

 

Keterampilan Klinik

  1. Advance Life  Support
  2. Kerjasama multiprofesional dalam Penanganan kegawatdaruratan
  3. Kerjasama multiprofesional dalam Penanganan bencana

 

Disiplin Ilmu terkait : IKM, Kedokteran Keluarga, Bedah, Penyakit Dalam, Anak, Saraf, Jiwa, Patologi Klinik